Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Nelayan Korut Datang, Semua Barang Dikuras

06/12/2017 11:30
Nelayan Korut Datang, Semua Barang Dikuras
(AP/KYODO NEWS/IORI SAGISAWA)

SHUSAKU Yoshida, 75, terkejut bukan kepalang saat melihat perlengkapan di fasilitas penampungan untuk nelayan yang dikelolanya di sebuah pulau kecil di utara Pulau Hokkaido, Jepang, lenyap tak berbekas.

Pengelola rumah mengatakan kunci penampungan itu telah dipatahkan. Dia juga memberikan daftar panjang barang yang hilang dari dalam rumah penampungan.

"Dua set TV, 3 lemari es, mesin cuci, oven/microwave, 2 set stereo, pemutar DVD/CD, gergaji listrik, kompor (pemanas), batu bara, sepeda motor, generator, semua hilang," katanya kepada penyiar swasta Fuji TV, Senin (4/12).

Mereka, katanya, bahkan juga mengambil gagang dan engsel pintu rumah penampungan itu. Saking terkejutnya, Yoshida sampai jatuh terduduk di kursinya.

"Semuanya hilang. Semuanya yang terbuat dari logam sampai engsel dan gagang pintu telah hilang," keluh Yoshida.

Seorang petugas penjaga pantai mengatakan bahwa daftar barang yang telah hilang termasuk beberapa panel surya di mercusuar di pulau itu, poster dan selimut bergambar animasi.

Barang-barang tersebut lenyap setelah sekitar 10 nelayan asal Korea Utara ditemukan di sebuah kapal kayu kecil yang berjuang dalam cuaca buruk di pantai Matsumae, bagian utara Pulau Hokkaido, pekan lalu.

Mereka kemudian diselamatkan di tempat penampungan itu. Yang lainnya dilaporkan dikirim ke rumah sakit pada Senin (4/12) karena menderita sakit perut.

Mereka mengakui sebagai orang Korut dan singgah di pulau tidak berpenghuni tersebut untuk berlindung karena cuaca buruk.
Beberapa nelayan Korut itu, kepada kantor berita Jiji, mengakui telah menguras semua benda dari pulau kecil tersebut. Menurut penjaga pantai, lebih dari 60 kapal dari Korut telah ditemukan tahun ini di perairan Jepang.

Para ahli mengatakan nelayan-nelayan Korut itu harus bepergian sampai jauh ke laut untuk memenuhi mandat pemerintah mereka guna memperoleh hasil tangkapan yang lebih banyak. Namun, kapal mereka tua dan tidak memiliki perlengkapan memadai sehingga sangat rentan terhadap masalah mekanikal dan lain, termasuk kehabisan bahan bakar. Mereka memiliki banyak cara untuk memanggil bantuan.

Pada Senin (4/12), penjaga pantai Jepang juga menemukan delapan jenazah yang diduga nelayan Korut yang membusuk di atas perahu kayu mereka di perairan Prefektur Akita, wilayah yang berhadapan dengan Korut.

Penjaga pantai sebenarnya telah melihat perahu hantu itu sejak Sabtu (2/12), tapi tak bisa mendekat lantaran gelombang tinggi.
"Penjaga pantai dan polisi harus bekerja sama untuk meningkatkan patroli di seluruh perairan Jepang," ujar Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga, kemarin.

"Pemerintah akan meningkatkan penjagaan ini untuk memastikan kami dapat menangkal perahu yang mencurigakan atau orang-orang yang tiba di Jepang," ujarnya. (AFP/Arv/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya