Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Korut Sebut AS-Korsel Pemicu Perang Nuklir

04/12/2017 11:30
Korut Sebut AS-Korsel Pemicu Perang Nuklir
(Tentara dan warga Korea Utara merayakan deklarasi Korea Utara usai uji coba peluncuran rudal balistik di Kim Il Sung Square, Pyongyang. AFP/KIM WON-JIN)

KOREA Utara (Korut), kemarin, mengecam Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, Korea Selatan (Korsel), sebagai pihak yang dapat memicu dimulainya perang di Semenanjung Korea.

Hal itu diungkapkan pemerintah Korut merespons latihan perang udara terbesar AS dengan Korsel.

Korut menyebut latihan itu dapat memicu terjadinya perang nuklir. Kecaman Korut itu dilontarkan setelah Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, HR McMaster, memperingatkan adanya peningkatan terhadap kemungkinan terjadinya perang dengan Korut.

Menurut McMaster, kemungkinan meletusnya perang dengan Korut kian meningkat. "Saya pikir hal ini (kemungkinan perang) terus meningkat setiap hari. Itu berarti kita masuk ke sebuah perlombaan untuk bisa memecahkan masalah ini," ungkapnya di sebuah forum pada Sabtu (2/12).

Dia melanjutkan, terdapat banyak cara untuk mengatasi masalah tersebut tanpa harus melibatkan konflik senjata.

Namun, yang terjadi saat ini ialah sebuah perlombaan karena perang semakin dekat dan tidak ada banyak waktu yang tersisa.

AS mengklaim Korut sebagai negara yang biasa-biasa saja, tetapi memiliki senjata nuklir.

Untuk memantapkan sinergi, AS dan Korsel menggelar latihan perang Vigillant Ace selama 5 hari.

Kedua negara mengerahkan sekitar 230 pesawat termasuk pesawat tempur siluman F-22 Raptor.

Menurut rencana, latihan akan dimulai hari ini atau lima hari setelah Korut melakukan uji coba rudal balistik berhulu ledak nuklir yang diklaim negara itu mampu menjangkau daratan AS.

Hal itu menjadi tantangan baru terhadap AS, khususnya bagi Presiden Donald Trump.

Di sisi lain, surat kabar partai berkuasa di Korut, Rodong, mengkritik keras latihan tersebut.

"Itu merupakan provokasi terbuka terhadap DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea), yang dapat memicu perang nuklir," tulis surat kabar itu dalam sebuah editorial, kemarin.

Lebih jauh editorial itu menyebut latihan AS-Korsel dapat menjadi pemicu perang terbuka dan tidak mustahil akan membukakan pintu kehancuran terhadap diri mereka sendiri.

Tulisan editorial itu dipublikasikan sehari setelah Kementerian Luar Negeri Korut menuduh administrasi Trump menginginkan terjadinya perang nuklir dengan mengadakan latihan udara yang dianggap ceroboh oleh negara komunis itu.

Korut mengandalkan rudal-rudal terbaru mereka dalam menghadapi AS dan Korsel. Pemerintah negara itu menuturkan rudal Hwasong-15 yang diluncurkan pada Rabu lalu dapat dianggap sebagai hulu ledak super besar yang mampu menyerang seluruh daratan AS.

Namun, para analis tetap tidak yakin Korut telah menguasai teknologi canggih yang memungkinkan roket tersebut bertahan setelah melintasi atmosfer bumi. (AFP/*/I-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya