Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Ribuan Demonstran Soroti Netanyahu

04/12/2017 11:15
Ribuan Demonstran Soroti Netanyahu
(Ribuan Warga turun ke jalan saat aksi demonstrasi untuk memprotes korupsi pemerintahan dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Tel Aviv, Israel. AFP/OREN ZIV)

PULUHAN ribu orang melakukan demonstrasi di Ibu Kota Israel, Tel Aviv, untuk mengkritik praktik korupsi di pemerintahan.

Mereka juga menggugat lambannya pelaksanaan investigasi terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Sebelumnya, polisi Israel melakukan interogasi terhadap Netanyahu atas tudingan melakukan kesepakatan rahasia dengan harian ternama Israel, Yediot Aharonot.

Seorang wartawan AFP mengatakan pengunjuk rasa yang berkumpul pada Sabtu (2/12) malam di sebuah jalan raya besar di lingkungan warga kelas atas, meneriakkan "Shame (memalukan)" dan

"Bibi Go Home (Pulanglah Bibi)", merujuk pada sang perdana menteri.

Protes besar-besaran yang dikenal dengan The March of Shame tersebut digelar di luar rumah Jaksa Agung Avichai Mandelblit selama beberapa bulan terakhir.

"Bibi dan pemerintahannya menghancurkan negara ini. Sudah cukup banyak korupsi yang terjadi," teriak seorang demonstran, Michal, yang tinggal di Kota Tel Aviv.

Sementara itu, pemimpin oposisi Ishak Herzog mengungkapkan rasa solidaritas terhadap para demonstran, dengan menulis di akun Facebook-nya, "Frustrasi yang terjadi berasal dari perasaan tidak adil dan benci terhadap korupsi serta keberatan moral terhadap undang-undang yang dibuat untuk mengukur seseorang".

Menurut rencana, Parlemen Israel, hari ini, akan membahas bacaan kedua dan ketiga dari sebuah undang-undang yang dicap oleh oposisi sebagai rancangan untuk membantu Netanyahu bertahan dalam penyelidikan polisi.

David Asalem, salah satu pendukung dari undang undang tersebut yang juga rekan satu partai Netanyahu mengatakan hanya berusaha untuk melindungi hak dan reputasi tersangka.

Netanyahu diduga telah menerima hadiah mewah secara tidak sah dari warga kelas atas.

Salah satu pemberi hadiah itu ialah pengusaha Israel yang juga produser Hollywood, Arnon Milchan.

Milchan merupakan teman lama Netanyahu. Dia dilaporkan mengirim kotak cerutu mahal dan barang-barang berharga lainnya senilai puluhan ribu dolar.

Selain kecurigaan itu, polisi juga menduga Netanyahu melakukan sebuah perjanjian rahasia.

Perjanjian itu ialah menerima liputan dari Yediot Aharonot, tapi di sisi lain mengekang surat kabar Israel Hayom yang merupakan kompetitor Yediot. (AFP/*/I-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya