Rabu 07 Juni 2017, 01:45 WIB

Supermarket Dibanjiri para Pembeli Panik

(AFP/Indah Hoesin/I-3) | Internasional
Supermarket Dibanjiri para Pembeli Panik

AP/DOHA NEWS

 

SEJUMLAH supermarket di Doha, Qatar, mendadak dibanjiri para pembeli pada Senin (5/6). Antrean pembeli yang panik tampak mengular. Mereka membawa keranjang belanja yang dipenuhi barang-barang kebutuhan pokok di antaranya susu, beras, dan daging ayam. Antrean memanjang terjadi hanya selang beberapa jam setelah sejumlah negara Arab termasuk Arab Saudi dan Mesir menyatakan memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Negara-negara Teluk itu menuding Qatar, negara yang kaya gas itu, telah mendukung kelompok ekstremisme dan terorisme termasuk menjalin hubungan dengan Iran di kawasan Timur Tengah. Satu dari ratusan pembeli yang mengantre tampak putus asa ialah Azir. Azir, seorang warga Sri Lanka, turut bergegas ke supermarket untuk berbelanja setelah diberi tahu keluarganya dari Sri Lanka. “Saya sedang tidur, tiba-tiba keluarga saya menelepon dan membangunkan saya dari Sri Lanka,” ujar Azir sambil mendorong troli yang penuh dengan popok untuk anak laki-lakinya yang berusia 18 bulan. “Saya kemari karena khawatir krisis,” tambahnya.

Pemutusan hubungan diplomatik dari sejumlah negara Teluk dan mengisolasi Qatar telah membuat produk-produk makanan impor dari negara-negara Timur Tengah tak lagi dapat masuk ke Doha. “Ini merupakan siklus yang membuat panik dan saya perlu membeli pasta,” ujar Ernest, warga Libanon sambil mendorong dua troli yang dipenuhi barang-barang dan turut mengantre di sebuah supermarket. Kepanikan serupa terjadi bukan hanya di Kota Doha tetapi melanda pula sejumlah kota di Qatar. Supermarket Monoprix yang terkemuka di Qatar pun dibanjiri para konsumen.

Tak mengherankan, para pegawai suparmarket mengaku bahwa dua hari terakhir sebagai hari-hari tersibuk yang pernah mereka jalani. Di beberapa supermarket sekitarnya, para pembeli juga berebut menguras barang-barang yang dipajang di rakrak toko. Pasalnya, mereka khawatir tidak mendapatkan barang-barang yang dibutuhkan. “Ini hanya kartu kuning, apa yang bisa mereka lakukan? Ini adalah salah satu negara terkaya di dunia,” ujar Denis, seorang warga Jerman yang meyakini bahwa krisis itu hanyalah badai sementara.

Untuk menghindari kepanikan ini meluas, otoritas Qatar telah mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya akan segera mengimpor produk-produk dari beberapa negara lainnya di luar yang memutuskan hubungan diplomatik. “Pemerintah Qatar akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk ...menggagalkan upaya untuk memengaruhi dan merugikan masyarakat dan ekonomi Qatar,” demikian pernyataan pemerintah Qatar. Kendati pemerintah Qatar berupaya mengatasi kelangkaan barang-barang dalam waktu dekat, masyarakat setempat mengaku tetap khawatir. (AFP/Indah Hoesin/I-3)

Baca Juga

Ist

Letkol Arief Rahman Wakili RI di Global Leadership Summit 2022

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 14:56 WIB
Sebagai Instruktur PBB, Arief Rahman pernah melatih personel military observer (Milobs) dan military staff (Milstaff PBB) dengan...
AFP/Michael M. Santiago.

PM Pakistan: Tidak Adil Dampak Perubahan Iklim Ditanggung Sendiri

👤  Cahya Mulyana 🕔Minggu 25 September 2022, 14:00 WIB
Negaranya mengalami banjir terburuk yang pernah terjadi sehingga menewaskan 1.600...
Andreas SOLARO / AFP

Italia Diprediksi Bakal Dipimpin Perempuan

👤 Cahya Mulyana 🕔Minggu 25 September 2022, 12:26 WIB
Giorgia Meloni, diprediksi dapat menjadi perdana menteri perempuan (PM) pertama dalam sejarah Italia. Pemilihan umum Italia akan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya