Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Fenomena bantuan sosial (bansos) yang tidak tepat sasaran telah menjadi tantangan klasik yang terus dibenahi dalam kebijakan perlindungan sosial di Indonesia. Pada 2026 pemerintah sedang memperkuat sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk menjadi bagian dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional/DTSEN) sebagai basis penyaluran bantuan sosial yang lebih akurat.
Dalam studi kebijakan publik, ketidaktepatan sasaran bantuan terbagi menjadi dua kategori utama. Pertama adalah Inclusion Error, di mana rumah tangga yang secara ekonomi sudah mampu justru terdaftar sebagai penerima bantuan. Kedua adalah Exclusion Error, yakni kondisi di mana warga yang memenuhi kriteria kemiskinan justru tidak masuk dalam basis data dan luput dari bantuan.
Ketimpangan ini terlihat nyata di lapangan. Sering ditemukan warga yang memiliki aset permanen masih menerima bantuan tunai dalam Mata Uang Rupiah, sementara kelompok rentan seperti lansia tunggal di wilayah pelosok terkadang belum terjangkau radar pendataan pemerintah.
Pemerintah telah memperkuat mekanisme pembersihan data (data cleansing) dengan mencocokkan data NIK secara real-time terhadap penggunaan listrik, kepemilikan aset, hingga data pajak penghasilan. Namun, efektivitas teknologi ini sangat bergantung pada validasi faktual oleh petugas di lapangan.
Ketidaktepatan sasaran bantuan bukan sekadar soal pemborosan anggaran negara. Dalam Mata Uang Rupiah, setiap satu persen kebocoran bantuan berarti miliaran dana yang seharusnya mampu mengangkat daya beli masyarakat miskin menjadi tidak optimal. Hal ini secara langsung menghambat target nasional dalam pengentasan kemiskinan ekstrem.
Memperbaiki sistem pendataan memerlukan kolaborasi antara algoritma cerdas dan partisipasi aktif masyarakat:
| Kategori Error | Dampak Lapangan |
|---|---|
| Inclusion Error | Warga mampu menerima bantuan; terjadi inefisiensi anggaran. |
| Exclusion Error | Warga miskin terabaikan; target kesejahteraan tidak tercapai. |
Hal ini disebabkan oleh kombinasi data yang belum mutakhir, adanya unsur subjektivitas dalam pengusulan data di tingkat bawah, serta kendala teknis dalam sinkronisasi data ekonomi aset warga secara menyeluruh.
Masyarakat dapat memanfaatkan fitur "Usul-Sanggah" pada aplikasi Cek Bansos milik Kemensos atau melaporkan melalui kanal resmi LAPOR! dengan menyertakan bukti yang valid.
Panduan terbaru cara cek desil DTKS online 2026 melalui cekbansos.kemensos.go.id untuk syarat KIP Kuliah dan bantuan sosial secara akurat dan mudah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved