Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Coaching Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Bedanya dengan Mentoring

Thalatie K Yani
30/12/2025 10:00
Coaching Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Bedanya dengan Mentoring
Ilustrasi(freepik)

Dalam dunia pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan performa profesional, istilah coaching kini semakin sering terdengar. Secara mendasar, coaching adalah sebuah proses kemitraan antara seorang pelatih (coach) dan klien (coachee) yang bertujuan untuk memprovokasi pemikiran dan proses kreatif. Tujuannya adalah untuk menginspirasi klien agar dapat memaksimalkan potensi pribadi dan profesional mereka.

Berbeda dengan sekadar mengajar, coaching lebih berfokus pada memfasilitasi pembelajaran daripada melakukan pengajaran secara langsung. International Coaching Federation (ICF) mendefinisikan coaching sebagai hubungan kemitraan yang dirancang untuk memaksimalkan potensi seseorang. Dalam proses ini, seorang coach tidak memberikan jawaban langsung atau solusi instan, melainkan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berbobot (powerful questions) yang menggugah kesadaran coachee untuk menemukan solusinya sendiri.

Penting untuk dipahami bahwa asumsi dasar dalam coaching adalah setiap individu pada dasarnya kreatif, memiliki sumber daya yang cukup, dan utuh. Oleh karena itu, tugas utama seorang coach adalah menggali (unlocking) potensi tersebut agar kinerja individu dapat meningkat secara signifikan.

Perbedaan Coaching, Mentoring, Consulting, dan Training

Seringkali masyarakat masih rancu membedakan antara coaching dengan metode pengembangan diri lainnya. Untuk memahami lebih dalam mengenai apa itu coaching, kita perlu melihat perbedaannya dengan disiplin ilmu lain:

  • Coaching vs Mentoring: Mentoring biasanya melibatkan seorang senior (mentor) yang membagikan pengalaman, keahlian, dan saran kepada junior (mentee). Fokusnya adalah transfer kebijaksanaan. Sebaliknya, coaching tidak memberikan saran atau berbagi pengalaman pribadi coach, melainkan membantu coachee menemukan jawaban dari dalam dirinya sendiri.
  • Coaching vs Consulting: Konsultan disewa untuk mendiagnosis masalah dan memberikan solusi atau strategi spesifik. Sementara dalam coaching, coachee-lah yang dianggap ahli atas hidup dan pekerjaannya sendiri, sehingga solusi harus lahir dari coachee, bukan dari coach.
  • Coaching vs Training: Training atau pelatihan memiliki kurikulum yang terstruktur untuk mengajarkan keterampilan baru. Coaching lebih bersifat personal, tidak memiliki kurikulum baku, dan agendanya ditentukan oleh coachee sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
  • Coaching vs Therapy/Counseling: Terapi umumnya berfokus pada penyembuhan luka masa lalu atau masalah psikologis. Coaching berorientasi pada masa depan (future-focused) dan tindakan (action-oriented) untuk mencapai tujuan tertentu.

Tujuan Utama dan Prinsip Coaching

Penerapan metode coaching dalam organisasi maupun kehidupan pribadi memiliki tujuan yang jelas. Tujuan utama dari proses ini adalah menjembatani kesenjangan antara kondisi saat ini dengan kondisi yang diinginkan di masa depan. Berikut adalah beberapa prinsip dan tujuan kuncinya:

1. Meningkatkan Kesadaran Diri (Self-Awareness)

Salah satu hasil terbesar dari sesi coaching adalah peningkatan kesadaran diri. Melalui pertanyaan reflektif, individu menjadi lebih sadar akan kekuatan, kelemahan, nilai-nilai, dan keyakinan yang membatasi (limiting beliefs) yang mungkin menghambat kemajuan mereka.

2. Mengambil Tanggung Jawab (Responsibility)

Coaching mendorong akuntabilitas. Ketika seseorang menemukan solusinya sendiri, mereka cenderung lebih berkomitmen untuk melaksanakannya dibandingkan jika solusi tersebut diperintahkan oleh orang lain. Ini membangun rasa kepemilikan dan tanggung jawab yang tinggi terhadap hasil kerja.

3. Memaksimalkan Performa

Dengan menghilangkan hambatan mental dan memperjelas tujuan, coaching secara langsung berdampak pada peningkatan kinerja. Hal ini sangat relevan dalam konteks bisnis, di mana executive coaching sering digunakan untuk membantu para pemimpin mengambil keputusan strategis yang lebih baik.

Manfaat Coaching bagi Perusahaan dan Individu

Mengapa banyak perusahaan multinasional berinvestasi besar dalam program coaching? Jawabannya terletak pada dampak positif yang dihasilkan. Berikut adalah rincian manfaatnya:

  • Bagi Organisasi: Meningkatkan keterlibatan karyawan (employee engagement), memperbaiki komunikasi tim, meningkatkan produktivitas, serta mengidentifikasi dan mengembangkan talenta-talenta berpotensi tinggi (high potential employees).
  • Bagi Individu: Meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi interpersonal, keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance), dan kemampuan manajemen stres yang lebih baik.

Jenis-Jenis Coaching yang Populer

Seiring berkembangnya kebutuhan zaman, spesialisasi dalam dunia coaching pun semakin beragam. Beberapa jenis coaching yang paling umum ditemui antara lain:

  1. Business Coaching: Berfokus pada pemilik bisnis atau pengusaha untuk mengembangkan strategi bisnis, visi, misi, dan operasional perusahaan agar lebih profitabel dan sistematis.
  2. Executive Coaching: Dirancang khusus untuk para eksekutif tingkat atas (C-Level, Direktur, Manajer Senior) untuk meningkatkan kepemimpinan, pengambilan keputusan strategis, dan manajemen tim.
  3. Life Coaching: Membantu individu dalam aspek kehidupan pribadi, seperti hubungan, kesehatan, keuangan, atau pencarian tujuan hidup.
  4. Career Coaching: Fokus pada pengembangan jalur karier, transisi pekerjaan, atau persiapan pensiun.

Kesimpulannya, coaching adalah instrumen yang sangat kuat untuk transformasi. Baik dalam konteks profesional maupun personal, metode ini menawarkan pendekatan yang menghargai otonomi individu sembari mendorong pencapaian hasil yang luar biasa. Dengan memahami esensi coaching yang sebenarnya, organisasi dan individu dapat lebih tepat dalam memilih metode pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya