Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam dunia pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan performa profesional, istilah coaching kini semakin sering terdengar. Secara mendasar, coaching adalah sebuah proses kemitraan antara seorang pelatih (coach) dan klien (coachee) yang bertujuan untuk memprovokasi pemikiran dan proses kreatif. Tujuannya adalah untuk menginspirasi klien agar dapat memaksimalkan potensi pribadi dan profesional mereka.
Berbeda dengan sekadar mengajar, coaching lebih berfokus pada memfasilitasi pembelajaran daripada melakukan pengajaran secara langsung. International Coaching Federation (ICF) mendefinisikan coaching sebagai hubungan kemitraan yang dirancang untuk memaksimalkan potensi seseorang. Dalam proses ini, seorang coach tidak memberikan jawaban langsung atau solusi instan, melainkan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berbobot (powerful questions) yang menggugah kesadaran coachee untuk menemukan solusinya sendiri.
Penting untuk dipahami bahwa asumsi dasar dalam coaching adalah setiap individu pada dasarnya kreatif, memiliki sumber daya yang cukup, dan utuh. Oleh karena itu, tugas utama seorang coach adalah menggali (unlocking) potensi tersebut agar kinerja individu dapat meningkat secara signifikan.
Seringkali masyarakat masih rancu membedakan antara coaching dengan metode pengembangan diri lainnya. Untuk memahami lebih dalam mengenai apa itu coaching, kita perlu melihat perbedaannya dengan disiplin ilmu lain:
Penerapan metode coaching dalam organisasi maupun kehidupan pribadi memiliki tujuan yang jelas. Tujuan utama dari proses ini adalah menjembatani kesenjangan antara kondisi saat ini dengan kondisi yang diinginkan di masa depan. Berikut adalah beberapa prinsip dan tujuan kuncinya:
Salah satu hasil terbesar dari sesi coaching adalah peningkatan kesadaran diri. Melalui pertanyaan reflektif, individu menjadi lebih sadar akan kekuatan, kelemahan, nilai-nilai, dan keyakinan yang membatasi (limiting beliefs) yang mungkin menghambat kemajuan mereka.
Coaching mendorong akuntabilitas. Ketika seseorang menemukan solusinya sendiri, mereka cenderung lebih berkomitmen untuk melaksanakannya dibandingkan jika solusi tersebut diperintahkan oleh orang lain. Ini membangun rasa kepemilikan dan tanggung jawab yang tinggi terhadap hasil kerja.
Dengan menghilangkan hambatan mental dan memperjelas tujuan, coaching secara langsung berdampak pada peningkatan kinerja. Hal ini sangat relevan dalam konteks bisnis, di mana executive coaching sering digunakan untuk membantu para pemimpin mengambil keputusan strategis yang lebih baik.
Mengapa banyak perusahaan multinasional berinvestasi besar dalam program coaching? Jawabannya terletak pada dampak positif yang dihasilkan. Berikut adalah rincian manfaatnya:
Seiring berkembangnya kebutuhan zaman, spesialisasi dalam dunia coaching pun semakin beragam. Beberapa jenis coaching yang paling umum ditemui antara lain:
Kesimpulannya, coaching adalah instrumen yang sangat kuat untuk transformasi. Baik dalam konteks profesional maupun personal, metode ini menawarkan pendekatan yang menghargai otonomi individu sembari mendorong pencapaian hasil yang luar biasa. Dengan memahami esensi coaching yang sebenarnya, organisasi dan individu dapat lebih tepat dalam memilih metode pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved