Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Alami Keguguran Berulang? Periksa dan Terapi Histeroskopi Bisa Jadi Solusi

Abi Rama
19/11/2025 19:40
Alami Keguguran Berulang? Periksa dan Terapi Histeroskopi Bisa Jadi Solusi
Metode paling efektif untuk mendeteksi hingga menangani gangguan pada rongga rahim adalah histeroskopi.(MI/Abi Rama)

Banyak perempuan mengalami kesulitan hamil tanpa mengetahui bahwa masalahnya justru berasal dari kelainan di dalam rongga rahim. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi, dr. Gita Pratama, menjelaskan bahwa salah satu metode paling efektif untuk mendeteksi hingga menangani gangguan pada rongga rahim adalah histeroskopi.

Histeroskopi merupakan prosedur medis menggunakan kamera berukuran sangat kecil yang dimasukkan melalui vagina, tanpa sayatan di perut. Alat tersebut memungkinkan dokter melihat kondisi rongga rahim secara langsung melalui monitor. 

“Dengan teropong rahim, kita bisa melihat secara detail apa yang ada di dalam rongga rahim dan sekaligus memperbaiki bila ditemukan kelainan,” ujar dr. Gita dalam paparannya di Jakarta, Rabu (19/11).

Histeroskopi Diagnostik dan Operatif

Dr. Gita menjelaskan bahwa histeroskopi terbagi menjadi dua jenis:

1. Office Hysteroscopy

Dilakukan di ruang poliklinik tanpa bius total. Prosedurnya singkat, hanya 10-15 menit, dan pasien bisa langsung pulang. Umumnya digunakan untuk diagnosis atau untuk menangani kelainan kecil seperti polip berukuran sangat kecil.

2. Operative Hysteroscopy

Dilakukan dengan bius dan menggunakan alat khusus. Diperlukan bila kelainan yang ditemukan berukuran besar atau membutuhkan tindakan yang lebih kompleks, seperti mioma submukosum, septum rahim, atau perlengketan (Asherman syndrome). Prosedur ini bisa berlangsung hingga satu jam.

Mengapa Pemeriksaan Rongga Rahim Sangat Penting?

Menurut dr. Gita, banyak masalah di rongga rahim yang menyebabkan pasangan tidak dapat hamil setelah aktif berhubungan seksual secara teratur atau disebut infertilitas.Kebanyakan masalah ini tidak memiliki gejala apapun, sehingga membuat pasangan sulit untuk mendeteksi masalah ini. Bahkan perempuan dengan siklus haid normal bisa saja memiliki kelainan yang menghambat kehamilan. Maka dari itu, deteksi dini sangat penting. Kelainan seperti polip atau mioma yang masih kecil lebih mudah ditangani dan memberi peluang keberhasilan hamil lebih besar.

Kapan Histeroskopi Dibutuhkan?

Dr. Gita menjabarkan beberapa indikasi utama histeroskopi:

  • Kecurigaan kelainan rongga rahim, misalnya dari hasil USG yang menunjukkan polip.
  • Perdarahan uterus abnormal, seperti haid terlalu lama, bercak di luar siklus, atau perdarahan berlebihan.
  • Keguguran berulang.
  • Infertilitas yang tidak dapat dijelaskan (unexplained infertility). Kegagalan IVF berulang, meskipun embrio dinilai berkualitas baik.

“Histeroskopi sering membantu menemukan penyebab yang tidak terlihat melalui USG. Kadang-kadang kelainannya baru tampak ketika kita lihat langsung ke dalam rahim,” jelasnya.

Kelainan yang Bisa Dideteksi dan Ditangani dengan Histeroskopi

1. Polip Endometrium

Tumor jinak yang tumbuh di dinding dalam rahim. Sering tidak bergejala, tetapi bisa menyebabkan perdarahan tidak normal dan menghalangi embrio menempel.
Polip kecil bisa diangkat langsung saat pemeriksaan office hysteroscopy.

2. Mioma Submukosum

Tumor jinak pada otot rahim yang menonjol ke rongga rahim. Jenis ini dapat menyebabkan haid sangat banyak, anemia, hingga infertilitas. Karena keras, mioma harus diangkat melalui histeroskopi operatif dengan alat pemotong khusus.

3. Sindrom Asherman (Perlengketan Rahim)

Perlengketan di dalam rongga rahim, biasanya akibat komplikasi tindakan kuret. Gejalanya antara lain haid sangat sedikit atau bahkan tidak haid sama sekali. Dapat menimbulkan keguguran berulang. Penanganannya dilakukan dengan membebaskan jaringan yang lengket di bawah bius, lalu dipasang alat khusus untuk mencegah lengket kembali.

4. Septum Rahim

Kelainan bawaan berupa dinding jaringan yang membagi rongga rahim menjadi dua.
Dapat menyebabkan infertilitas, keguguran berulang, dan persalinan prematur.
Operasi pemotongan septum dilakukan melalui histeroskopi.

5. Endometritis (Infeksi Dinding Rahim)

Sering tidak bergejala sehingga sulit terdiagnosis tanpa histeroskopi. Ditandai dinding rahim yang meradang dan adanya mikro-polip kecil. Pengobatannya dengan antibiotik selama 2 minggu.

6. Niche atau Istmosel (Bekas Luka Operasi Caesar)

Celah pada bekas jahitan operasi caesar yang dapat menyebabkan bercak berkepanjangan dan menyulitkan kehamilan berikutnya.

Metode yang Bisa Bantu Perempuan Untuk Hamil

Di akhir paparannya, dr. Gita menegaskan bahwa histeroskopi kini menjadi salah satu metode penting dalam penanganan infertilitas. Selain akurat untuk diagnosis, prosedur ini memungkinkan banyak kelainan langsung ditangani pada saat yang sama.

“Histeroskopi membantu kita melihat langsung sumber masalah di dalam rahim, mulai dari polip, mioma, perlengketan, septum, hingga infeksi. Banyak di antaranya tidak bisa terdeteksi hanya dengan USG,” ujarnya.

Dengan kemampuan diagnosis dan terapi sekaligus, histeroskopi membuka peluang lebih besar bagi perempuan untuk bisa hamil, terutama bagi mereka yang telah lama berjuang melawan infertilitas. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya