Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
UBAN identik dengan proses penuaan, tetapi tidak jarang banyak orang yang sudah menemukan helaian rambut putih di usia belasan atau dua puluhan. Kondisi ini disebut uban prematur.
Lalu, apa saja penyebabnya dan bagaimana cara mencegahnya?
Genetik adalah penyebab utama munculnya uban prematur. Jika orang tua atau kakek-nenek mengalami uban di usia muda, besar kemungkinan keturunannya juga akan mengalaminya. Faktor genetik ini sulit dihindari karena berkaitan langsung dengan bawaan tubuh.
Tubuh menghasilkan radikal bebas yang bisa merusak sel, termasuk melanosit, yaitu sel penghasil pigmen rambut. Jika jumlah radikal bebas lebih banyak daripada antioksidan, maka terjadilah stres oksidatif. Kondisi ini mempercepat kerusakan melanosit sehingga rambut kehilangan warna alaminya.
Beberapa nutrisi sangat penting untuk menjaga warna rambut tetap sehat, seperti:
Kekurangan nutrisi tersebut dapat membuat produksi melanin berkurang, sehingga rambut lebih cepat memutih. Salah satu contohnya adalah anemia pernisiosa, yaitu kondisi kekurangan vitamin B12 yang dapat memicu uban dini.
Penyakit tertentu juga bisa menyebabkan uban prematur, di antaranya:
Beberapa kebiasaan dan faktor eksternal turut mempercepat munculnya uban, seperti:
Perubahan hormon pada masa pubertas, kehamilan, hingga ketidakseimbangan hormon tertentu juga dapat mempercepat proses rambut beruban. Aktivitas melanosit yang menurun akibat perubahan hormonal membuat rambut lebih cepat kehilangan pigmennya.
Meskipun faktor genetik tidak bisa dihindari, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperlambat munculnya uban prematur:
Uban prematur bukan hanya masalah estetika, tetapi juga bisa menjadi tanda tubuh membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam hal nutrisi dan kesehatan. Dengan gaya hidup sehat, stres yang terkendali, serta perawatan yang tepat, uban dini dapat diperlambat kemunculannya. (Z-10)
Sumber:
Penuaan pada manusia bukanlah sesuatu yang terjadi secara alami tanpa sebab, melainkan dampak langsung dari penurunan kadar hormon dalam tubuh.
Proses penuaan pada manusia tidak semata-mata terjadi karena faktor usia, melainkan dipicu oleh menurunnya kadar hormon di dalam tubuh
Penelitian di Inggris menemukan lansia dengan pandangan positif terhadap penuaan lebih aktif berolahraga, bahkan saat menghadapi penyakit kronis.
Peneliti kembangkan tes darah yang mampu mengukur usia biologis 11 organ dan sistem tubuh. Alat ini dapat memprediksi risiko penyakit, mendeteksi penurunan dini.
Memiliki berat badan berlebih bukan hanya soal penampilan, tetapi juga dapat mempercepat berbagai perubahan alami tubuh seiring bertambahnya usia.
Obesitas berkontribusi pada munculnya peradangan kronis (inflammaging) yang mempercepat kerusakan molekuler dan mengurangi kemampuan regenerasi sel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved