Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MAKANAN cepat saji adalah jenis makanan yang disiapkan, dimasak, dan disajikan dalam waktu singkat, biasanya di restoran atau gerai khusus fast food.
Ciri khasnya adalah praktis, rasanya kuat, dan sering kali disajikan dalam porsi yang sudah ditentukan.
Tinggi kalori, lemak, dan gula.
Karena kandungan garam yang berlebihan.
Akibat minyak trans dan lemak jenuh.
Karena kombinasi lemak, garam, dan kolesterol.
Rendah serat, sehingga bisa menyebabkan sembelit.
Makanan cepat saji biasanya tinggi gula dan karbohidrat sederhana.
Kekurangan vitamin & mineral penting.
Konsumsi jangka panjang fast food yang digoreng.
Karena kadar gula tinggi dalam minuman soda atau pendamping fast food.
Rasa gurih, asin, dan manis membuat sulit berhenti.
Pola makan fast food berhubungan dengan depresi dan kecemasan.
Makanan berminyak dan bergula tinggi bisa memicu jerawat.
Meski tinggi kalori, fast food miskin nutrisi sehingga tubuh cepat lelah.
Makanan cepat saji boleh dikonsumsi sesekali, tetapi tidak baik jika dijadikan menu harian. (Z-4)
Karena kepraktisannya, makanan cepat saji sering dikonsumsi oleh masyarakat modern. Namun, jika dikonsumsi terlalu sering, makanan ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Kanker kolorektal atau kanker usus besar selama ini dikenal sebagai penyakit yang menyerang orang berusia lanjut.
Penelitian terbaru Universitas Michigan menemukan makanan ultra-olahan dapat memicu kecanduan layaknya alkohol atau narkoba.
Penelitian UNC School of Medicine mengungkap diet tinggi lemak dari junk food dapat merusak sel otak di hippocampus hanya dalam empat hari.
Makanan yang menjadi tren dan digemari anak muda biasanya tinggi gula dan gorengan dengan tepung mengandung AGEs dan bisa merusak kolagen, sehingga pengaruh ke kondisi kulit
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved