Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengajak semua pihak untuk mengoptimalkan pemanfaatan sistem informasi peringatan dini potensi bencana demi kelancaran perjalanan periode libur Natal dan Tahun Baru 2025.
"Kita harus mengantisipasi semua potensi termasuk potensi bencana alam mengingat saat ini kondisinya sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan," kata Pratikno dalam keterangannya seusai mengadakan rapat koordinasi tingkat menteri di Jakarta, Jumat (22/11)
Kemenko PMK memastikan sejumlah sistem informasi peringatan dini potensi bencana yang disiapkan oleh pemerintah dapat diandalkan untuk menunjang kelancaran perjalanan libur akhir tahun ini.
Adapun masyarakat bisa mengakses setiap sistem informasi tersebut secara terbuka melalui internet ataupun aplikasi digital dari ponsel masing-masing seperti InaRisk yang dioperasikan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), InfoBMKG/InaTEWS yang dioperasikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan Magma Indonesia yang dioperasikan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM).
BMKG telah melaporkan hasil analisisnya bahwa puncak musim hujan diperkirakan berlangsung sampai dengan kuartal pertama 2025 yang menyasar sebanyak 67 persen zona musim di Indonesia dengan intensitas lebih dari 2.500 mm per tahun (intensitas tinggi).
Musim hujan periode ini dari analisa BMKG diikuti juga oleh fenomena atmosfer La Nina lemah yang mengakibatkan penambahan curah hujan hingga 20-40 persen maka memperbesar potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, angin kencang, dan sebagainya.
"Oleh karena itu, pemerintah mengingatkan supaya manfaatkan sistem informasi yang sudah disediakan. demi keamanan, dan kenyamanan bersama," kata Pratikno.
Ia pun meminta supaya kondisi iklim yang demikian menjadi perhatian bagi kementerian dan lembaga terkait di pusat termasuk para kepala pemerintahan di daerah terlebih perjalanan Natal-Tahun Baru periode ini yang diestimasikan meningkat dibanding tahun kemarin.
Data dari Kementerian BUMN memperkirakan pengguna moda transportasi kereta api (KAI) naik 10 persen, kapal penyeberangan laut (ASDP) naik empat persen dan pesawat udara (Angkasa Pura) naik sembilan persen, dengan puncak arus perjalanan yang diperkirakan jatuh pada H-6 atau 19 Desember 2024, sedangkan puncak arus balik pada H+4 atau 6 Januari 2025.
"Potensi bencana hidrometeorologi kita harus antisipasi. Penyiapan infrastruktur juga harus terus dilakukan sebagai penunjang kelancaran bagi masyarakat yang menggunakan moda transportasi darat, laut, maupun udara," kata dia.
Rapat koordinasi tingkat menteri tersebut turut dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Kepala Basarnas Kusworo, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, dan Sekretaris Utama BNPB Rustian. (Ant/H-2)
Menurut Farhan jika dibandingkan dengan periode Januari hingga November 2025, jumlah wisatawan pada Desember mengalami kenaikan sekitar 25 persen.
Survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan, Jateng dan DIY menjadi salah satu daerah tujuan utama masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru/Nataru 2025-2026.
KUNJUNGAN wisatawan ke Kota Cirebon pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mengalami penurunan.
Angka ini berasal dari total volume penumpang WNA baik yang berangkat maupun datang di seluruh stasiun wilayah Daop 6.
Keputusan untuk melanjutkan operasional KA tambahan pada masa angkutan Nataru dilakukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap tren pergerakan penumpang
MENUTUP libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bandara Adisutjipto Yogyakarta resmi mengakhiri Posko Pelayanan Angkutan Udara pada hari Senin (5/1).
Indonesia berada di urutan kedua setelah Filipina. Risiko ini termasuk risiko kerugian ekonomi akibat bencana, baik bencana alam maupun bencana non-alam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved