Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
PENCEGAHAN kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan. Salah satunya melalui peningkatan kapasitas dan pelibatan masyarakat untuk ikut serta dalam aksi pengendalian karhutla di daerah rawan. Pembentukan, pembinaan serta penguatan Masyarakat Peduli API (MPA) menjadi salah satu fokus dalam komitmen pencegahan karhutla.
Komitmen ini ditunjukkan dengan diselenggarakannya kegiatan Penguatan Masyarakat Peduli Api (MPA) melalui Pemberdayaan Masyarakat di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau serta pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kecamatan Sungai Liat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung oleh Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) bersama Balai Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Wilayah Sumatera.
Pengendali Ekosistem Ahli Muda Suryadijana, menekankan bahwa dalam upaya pengendalian karhutla, masyarakat harus ikut serta berperan khususnya dalam pencegahan karhutla di tingkat tapak. Masyarakat harus kompak melakukan aksi dalkarhutla, salah satunya melalui pembukaan lahan tanpa bakar.
Baca juga : Belasan Titik Panas Terdeteksi Satelit di Babel
“Ketika terjadi karhutla, masyarakat akan menjadi yang paling terdampak. Jika manusia bisa memuliakan alam, maka manfaatnya akan kembali lagi ke manusia. Penting untuk kita sadari bahwa karhutla ini dapat diatasi secara bersama sama, melalui kolaborasi dan bekerja bersama semua pihak, termasuk masyarakat,” terang Suryadijana dalam keterangan resmi, Jumat (2/8).
Kepala Seksi Wilayah II Balai PPI Sumatera, Didik Suprijono, menegaskan kembali bahwa MPA merupakan kelompok masyarakat yang sukarela dan peduli terhadap upaya pengendalian karhutla.
“Melalui kegiatan penguatan MPA ini diharapkan terwujud kemandirian MPA. Poin penting dalam kegiatan penguatan MPA melalui pemberdayaan masyarakat ini yaitu adanya keberlanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya dalam bidang peningkatan ekonomi. Serta timbul rasa tanggung jawab yang besar untuk menjaganya,” harap Didik.
Dalam kegiatan penguatan MPA yang terdiri dari 30 anggota MPA ini diberi pembekalan terkait budidaya ikan nila bioflok, mulai dari perencanaan, penyiapan hingga cara pemanenan. Pemberdayaan melalui budidaya ikan nila ini, dapat dijadikan sebagai alternatif untuk meningkatkan perekonomian MPA.
Pada kesempatan ini diserahkan alat dan bahan yang diperlukan berupa bibit ikan, pakan, 4 full set kolam bioflok, termasuk mesin air dan aerator. Praktik dipandu secara langsung oleh narasumber dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pelalawan kepada kelompok MPA sesuai degan materi yang telah disampaikan sebelumnya.
(H-3)
LUAS kebakaran lahan di Kota Pekanbaru dari 1 Januari hingga 29 Januari 2026 nyaris mencapai sembilan hektare (ha), tepatnya mencapai 8,51 ha.
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Berdasarkan evaluasi nasional, luas karhutla sepanjang 2025 tercatat sekitar 359 ribu hektare atau 0,19 persen dari total daratan Indonesia.
YAYASAN Madani Berkelanjutan mencatat bahwa hingga Agustus 2025 terdapat sekitar 218 ribu hektare area indikatif lahan gambut terbakar.
MEMASUKI pekan terakhir bulan Agustus 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah peristiwa bencana hingga Selasa (26/8) pukul 07.00 WIB.
Kebakaran melanda Arthur’s Seat, bukit ikonik di Edinburgh, Skotlandia. Api cepat menjalar di Holyrood Park, memaksa evakuasi warga dan wisatawan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved