Rabu 10 Agustus 2022, 12:00 WIB

Masyarakat Diingatkan Soal Pentingnya Deteksi Dini Kanker

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Masyarakat Diingatkan Soal Pentingnya Deteksi Dini Kanker

MI/Gana
Warga melakukan rontgen mamografi pada kegiatan Millennial Goes Pink deteksi dini penyakit kanker payudara dan mamografi di Bekasi.

 

KEMENTERIAN Kesehatan mengajak masyarakat menyadari pentingnya deteksi dini sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan kanker, baik melalui pemeriksaan mandiri maupun mendatangi tenaga medis di fasilitas kesehatan.

"Kami sudah berupaya memenuhi semua kebutuhan akses deteksi dini sehingga yang kami butuhkan sekarang adalah kesadaran masyarakat untuk mau melakukan deteksi dini di fasilitas kesehatan terdekat atau fasilitas kesehatan pertama," kata Kepala Subdirektorat Penyakit Kanker dan Kelainan Darah Kementerian Kesehatan Aldrin Neilwan Panca Putra, dikutip Rabu (10/8).

Aldrin menegaskan pentingnya edukasi agar masyarakat memahami pentingnya deteksi dini. Sebab, berbagai kanker bila diketahui sejak stadium awal bisa ditangani lebih mudah dan penderitanya dapat lebih mudah untuk sembuh.

Baca juga: Rumah Singgah Yayasan Ayah Sarah Tampung Puluhan Anak Penderita Kanker

Sebagai contoh, perempuan yang aktif memeriksa payudara bisa mendeteksi sejak awal bila ada kelainan, sebab sebesar 70% penyakit pasien kanker payudara sudah di tahap lanjut ketika baru diperiksa. Setiap perempuan bisa memeriksa payudara sendiri untuk mengetahui apakah ada hal yang abnormal.

"Kesadaran dan peran masyarakat menjadi hal penting di dalam keberhasilan penanggulangan kanker di Indonesia," ungkap Aldrin.

Deteksi dini adalah salah satu dari empat strategi dalam menanggulangi kanker. Strategi lainnya meliputi promosi kesehatan yang menyebarkan informasi untuk masyarakat sehingga setiap orang memahami dan punya pengetahuan terkait kanker. 

Sebagai contoh, pasien kanker hati kerap datang ke dokter ketika sudah terlambat karena menyangka gejala-gejala yang terjadi merupakan sakit ringan biasa.

Banyaknya pasien yang terlambat untuk mencari pengobatan membuat tidak ada peningkatan signifikan harapan hidup pasien kanker hati pada periode 1998-1999 dibandingkan dengan periode 2013-2014.

Strategi berikutnya adalah memberikan perlindungan khusus seperti vaksinasi HPV (human papillomavirus) untuk mencegah kanker servis serta memberi pengobatan sesuai standar untuk para pasien kanker. (Ant/OL-1)

Baca Juga

freepik

Ini Faktor Risiko Bayi Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 30 September 2022, 11:15 WIB
"Antibiotik sangat-sangat tidak dianjurkan dikonsumsi pada ibu hamil pada masa pembentukan yaitu pada trimester...
Ist

Masak Lezat Makin Mudah dengan Platform Berbagi Resep

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 11:05 WIB
Kini, ketika teknologi informasi dan digitalisasi merambah hampir semua aspek kehidupan manusia, urusan masak memasak pun tak luput dari...
Medcom/Mohammad Rizal

Tempat dan Pakaian bukan Penyebab Kekerasan Seksual

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 30 September 2022, 10:45 WIB
Orang yang tidak memiliki moralitas atau mungkin kecil sekali, perilaku seksualnya bisa menjadi tidak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya