Rabu 27 Juli 2022, 22:21 WIB

Mengenal Sikap Primordialisme dan Dampaknya

Meilani Teniwut | Humaniora
Mengenal Sikap Primordialisme dan Dampaknya

MI/Yose Hendra.
Ilustrasi.

 

PRIMORDIALISME adalah suatu pandangan terhadap ras, agama, suku, jenis kelamin, dan sebagainya yang melekat dalam diri individu sejak lahir. Paham ini mampu meningkatkan semangat berbangsa dan bernegara karena dapat memperkuat ikatan golongan atau kelompok sosial tertentu dalam menghadapi ancaman eksternal.

Namun, paham ini juga dapat memberikan dampak negatif karena akan membangkitkan prasangka buruk dan menyebabkan permusuhan antargolongan.

Apa itu primordialisme?

Primordialisme adalah ikatan yang ada dalam kelompok masyarakat. ikatan tersebut memiliki sifat keaslian semisal kekerabatan, kesukuan, kelompok, dan agama. Sifat tersebut telah dibawa sejak lahir. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, primordialisme diartikan sebagai pandangan yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, baik tradisi, adat istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertama. Menurut Robuskha dan Shepsle, primordialisme merupakan loyalitas yang berlebihan terhadap suatu budaya subnasional, seperti suku bangsa, agama, ras, kedaerahan, dan keluarga. 

Sedangkan menurut Ramlan Surbakti, primordialisme merupakan suatu keterkaitan seseorang dalam kelompok atas dasar ikatan kekerabatan, suku bangsa, dan adat-istiadat sehingga melahirkan pola perilaku serta cita-cita yang sama.

Dengan kata lain, setiap masyarakat primordial memiliki berbagai macam sesuai dengan yang mereka jalani sejak masa lampau. Sayangnya primordialisme ini justru bisa berbuah sikap etnosentrisme atau menganggap bahwa yang ia percaya lebih tinggi dibandingkan lainnya. 

Oleh sebab itu, primordialisme bisa mendorong seseorang mementingkan kepentingannya sendiri di atas kepentingan yang lain. Bahkan, karena rasa terikat itu, pilihan dari dari seseorang bisa terpengaruh atas dasar kesamaan latar belakang.  

Ciri-ciri primordialisme

Sikap primordial memiliki ciri-ciri yang bisa diidentifikasi.

a. Dapat dilihat sebagai identitas suatu kelompok

Primordialisme dapat dilihat sebagai identitas dari suatu kelompok di dalam masyarakat. Identitas ini digunakan supaya kelompok itu kuat dari ancaman luar. 

b. Memiliki kepentingan dan tujuan yang sama

Primordialisme bisa dilihat jika ada suatu kelompok yang memiliki tujuan atau kepentingan yang sama. Jika tidak memiliki tujuan yang sama, kemungkinan besar kelompok itu bukanlah kelompok yang menganut primordial. 

c. Nilai yang dianut berdasarkan keyakinan

Masyarakat primordial pada umumnya merasa terikat dengan kelompoknya karena ada sesuatu yang diyakini. Entah itu budaya, ras, agama, maupun suku. 

d. Loyalitas

Salah satu ciri primordialisme yaitu loyalitas. Mereka setia dengan yang mereka percayai pertama sejak lahir. 

Dampak sikap primordialisme dapat terbagi menjadi dua yaitu positif dan negatif. Salah satu faktor penting yang dapat memperkuat ikatan suatu kelompok saat ada ancaman dari luar kelompok mereka. Akan tetapi, primordialisme juga dinilai negatif karena berpotensi mengganggu kelangsungan hidup masyarakat.

Baca juga: Mengidentifikasi dan Menyimpulkan Teks Deskripsi untuk Bahasa Indonesia Kelas VII

Selain itu, paham ini juga sering kali dianggap memiliki sifat yang merusak, primitif, dan regresif. Bahkan, primordialisme dianggap bisa menghambat modernisasi, merusak integrasi nasional, dan proses proses pembangunan nasional. Oleh karena itu, paham ini bisa saja memicu munculnya konflik antarsuku yang ada di suatu negara.

Dampak negatif primordialisme

Berikut beberapa dampak negatif yang bisa muncul akibat primordialisme.

1. Bisa mengganggu keberlangsungan bangsa

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Maksud dari mengganggu kelangsungan hidup masyarakat yaitu bila seseorang yang punya paham primordialisme cenderung mementingkan kepentingan kelompoknya dan menilai bahwa kebudayaan kelompoknya lebih baik dari siapapun. Hal tersebut menyebabkan jalinan persatuan dan kesatuan menjadi sulit diciptakan.

2. Menghambat modernisasi

Hal ini bisa terjadi apabila seseorang ataupun sekelompok masyarakat cenderung menolak kebudayaan baru yang berasal dari luar kebudayaan mereka. Itu karena mereka ingin mempertahankan adat istiadat yang lama. Namun perlu kamu ketahui bahwa kebudayaan baru tersebut bisa berpengaruh pada proses pembangunan dan modernisasi.

3. Menghambat hubungan antarbangsa

Jika primordialisme terjadi secara berlebihan, kita akan sulit menerima kebudayaan baru. Ini akan lebih sulit untuk bekerja sama dengan pihak lain. Sebab, kita hanya mau melakukan sesuatu yang bertujuan untuk kepentingan kelompok sendiri saja.

4. Mengurangi objektivitas ilmu pengetahuan

Paham primordialisme yang terlalu berlebihan dapat membuat seseorang melihat segala sesuatunya secara objektif. Mereka akan cenderung merasa yang telah dilakukan oleh kelompok sendiri selalu benar. Meskipun menurut ilmu pengetahuan, hal tersebut sudah tentu salah.

5. Penyebab diskriminasi

Paham primordialisme yang terlalu berlebihan dapat menimbulkan sikap diskriminasi terhadap pihak lain yang punya kebudayaan berbeda. Dengan begitu, mereka akan cenderung membeda-bedakan setiap orang yang berasal dari kelompok lain.

6. Faktor terjadi konflik antarsuku

Salah satu faktor pendorong yang bisa menyebabkan konflik antara suku satu dan yang lain di suatu negara yaitu primordialisme. Karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kelompok yang terlalu menerapkan paham primordialisme akan kesulitan untuk menerima kelompok lain yang memiliki kebudayaan berbeda.

Dampak positif primordialisme

Berikut beberapa dampak positif dari paham primordialisme.

1. Meningkatkan rasa cinta terhadap Tanah Air

Dengan paham primordialisme, seseorang akan punya cinta terhadap budaya dan daerah tempat lahirnya. Hal tersebut dapat menjadi kekuatan yang mampu menolak kebudayaan lain yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang telah mereka anut sejak kecil.

2. Menciptakan kesetiaan terhadap negara

Primordialisme mendorong munculnya kesetiaan terhadap bangsa dan negara. Hal tersebut terjadi karena paham ini bisa menumbuhkan sikap cinta terhadap Tanah Air dan kebudayaan.

3. Meningkatkan semangat patriotisme

Paham tersebut mampu menciptakan rasa nasionalisme yang tinggi kepada bangsa dan negara tempat mereka berasal. Dengan begitu, hal ini bisa mendorong segala keperluan serta kepentingan bangsa dan juga negara.

4. Menjaga keutuhan budaya

Paham primordialisme mampu menjadikan suatu kelompok menjadi lebih bertanggung jawab atas keutuhan kebudayaan suatu negara. Hal tersebut sangat penting, sebab kita juga perlu menyaring kebudayaan asing yang ingin masuk. Nilai dan kebudayaan yang sudah ada sejak dulu tetap terjaga. (OL-14)

Baca Juga

Instagram @disneyplushotstarid

Ini Beda Tokoh Protagonis dan Antagonis

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 05:30 WIB
Protagonis adalah tokoh yang memiliki watak baik, dikenal, dan disukai semua orang. Tokoh ini merupakan kunci dan bagian yang sangat...
Ist

Keterbukaan dan Sikap Kritis Kunci Pulih dari Intoleransi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 23:40 WIB
Proses radikalisasi seringkali masuk akibat keterbukaan yang tidak diiringi sikap kritis. Hal ini mengingat strategi infiltrasi kelompok...
Antara

Cegah Kasus PMK Meluas, Pemerintah Impor 14 Juta Dosis Vaksin

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 23:37 WIB
Pemerintah juga melakukan percepatan vaksinasi pada hewan ternak sehat, namun berada di wilayah yang berstatus wabah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya