Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDARI kecil Tina sudah sangat akrab melihat pekerjaan ibunya yang disibukkan permasalahan kesehatan warga Bandung dan Provinsi Jawa Barat. Lantaran ibunya bekerja sebagai PNS di bidang kesehatan, Tina jadi ingat penyakit apa saja yang paling banyak diderita publik. Salah satunya ialah masalah pernapasan.
“Ibu aku itu, kan, orang kesehatan, PNS, jadi di rumah kami itu ada satu papan, yang di situ terpampang data penyakit terbanyak itu apa dan di mana,” kenang Tina saat menceritakan pengalamannya merintis Botanina kepada Media Indonesia pada akhir Juni lalu.
“Maka aku bikin formulasi pengharum ruangan dari bahan-bahan alami yang sekaligus itu dikombinasikan untuk melegakan pernapasan. Sampai sekarang itu jadi produk yang paling laris,” sambungnya.
Saat ini, Botanina memang masih mengombinasikan material produk mereka dengan bahan lokal dan impor. Beberapa material natural seperti cengkih, kayu putih, jahe, dan nilam ia peroleh salah satunya dari Purwokerto, Jawa Tengah.
“Prinsip Botanina adalah east meets west (pertemuan barat dan timur). Dari aroma kami selalu berusaha memasukkan bahan baku dari Indonesia. Ada minyak kelapa, essential oil, kunyit, cengkih. Itu, kan, secara fungsi bagus. Cuma memang aromanya yang harus diseimbangkan dan dimoderasi. Botanina, kan, pengalamannya bukan sebagai jamu, tapi dengan pendekatan yang lebih modern. Nah, beberapa material untuk menyeimbangkannya itu kami masih harus impor.”
Karena bersinggungan dengan produk impor, situasi juga bergantung pada peristiwa global. Itu termasuk pandemi, kurs dolar, dan situasi geopolitik. Saat ini selain mengandalkan distributor, Botanina tengah membuka kanal logistik yang bisa secara langsung memotong rantai pasok mereka agar secara beban bujet lebih efisien.
Untuk material bahan natural lokal, menurut Tina, masih mengandalkan beberapa jaringan. Selain dari pabrik besar, ia mencari rekanan yang bermitra secara langsung dengan petani.
“Tiga pilar kami adalah bahan natural, pemberdayaan komunitas lokal, dan manajemen sampah. Dengan itu, secara tidak langsung impak ekonominya juga bisa dirasakan oleh para petani yang menyuplai ke Botanina.” (Jek/M-4)
Founder Jenama lokal Unerd, Yoseph Putera Soesanto, menegaskan bahwa kualitas brand lokal saat ini sudah mampu diadu dengan deretan brand internasional ternama.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan bahwa Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menjadi ekosistem ekonomi yang baru.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
DIKENAL dengan karya seni mural yang telah mendunia, seniman yang dikenal dengan sisi misteriusnya yang enggan mengungkap identitas aslinya, Darbotz, kini hadir dengan karya baru.
Lebih dari 3500 pelaku UMKM telah menerima pelatihan dasar, sementara 170 UMKM terpilih menjalani pendampingan mendalam.
Ia menilai antusiasme pelaku UMKM maupun masyarakat menunjukkan bahwa produk kreatif Tangsel semakin diterima dan dibanggakan selama empat hari pelaksanaan festival.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved