Senin 18 April 2022, 22:40 WIB

Indonesia Punya Potensi Besar Karbon Biru

Atalya Puspa | Humaniora
Indonesia Punya Potensi Besar Karbon Biru

MI/Sumaryanto Bronto
Hutan mangrove Gili Petagan, Lombok Timur, NTB.

 

INDONESIA memiliki komitmen kuat untuk mengakselerasi target aksi mitigasi perubahan iklim dengan menggali berbagai potensi yang dimiliki. Salah satunya memanfaatkan area laut dan pesisir untuk penerapan blue carbon atau karbon biru.

"Kita punya potensi besar. Kalau kita barengi dengan upaya-upaya yang cukup ambisius dengan metodologi yang kuat, kolaborasi yang kuat, maka potensi ini akan jadi kekuatan Indonesia dan akan jadi kekuatan bersama dengan upaya yang kita lakukan di ekosistem daratan," kata Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Laksmi Dewanthi, kemarin.

Ia menegaskan hal itu saat berbicara dalam Workshop Blue Carbon Dalam Pembangunan Blue Economy dan Pencapaian Target NDC di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat.

Karbon biru merujuk pada karbon yang disimpan di dalam laut dan ekosistem pesisir seperti mangrove dan padang lamun dan kawasan payau sebagai penyimpan karbon yang signifikan. Indonesia memiliki 5,8 juta kilometer wilayah laut, 3,36 juta hektare mangrove, 3,2 juta hektare padang lamun, dan 108 km garis pantai. Sebanyak 20% penduduknya tinggal di pesisir.

Dengan angka-angka ini, imbuh Laksmi, pemanfaatan laut dan pesisir untuk meningkatkan capaian nationally determined contribution (NDC) berperan penting. Bahkan, sahutnya, hal itu menjadi inisiator bagi sejumlah negara untuk turut memasukkan aspek kelautan dan pesisir menjadi bagian dari agenda mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

"Pentingnya laut ini menjadi salah satu pencermatan dari IPCC. Di tahun 2019 ada special report on Ocean an Cyrosphere in Changing Climate. Dalam dokumen ini menjelaskan dampak perubahan iklim terhadap ocean dan ekosistemnya dan bagaimana kita menyikapinya. Kita tidak perlu lagi banyak menunda dan mengabaikan agenda pesisir dan kelautan. Kita harus mulai bergerak dan memastikan," beber dia.

Dengan potensi besar dari laut dan pesisir yang dimiliki untuk penyerapan karbon, Laksmi optimistis Indonesia bisa meningkatkan lagi target penurunan emisi gas rumah kaca yang telah tertuang dalam dokumen NDC untuk dilaporkan pada Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-27 (COP-27) di Mesir pada November 2022.

"Sebelum COP-27 nanti, kita akan tingkatkan target dari yang 29% dan 41% dalam update NDC yang akan kita serahkan," ucap Laksmi.

"Dengan kerja sama antara KLHK dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta pemangku kepentingan lainnya, kita harus terus menguatkan agenda blue carbon dalam konteks perubahan iklim di Indonesia," pungkas dia. (H-2)

Baca Juga

DOK Pribadi.

Perkembangan Teknologi Harus Dimanfaatkan untuk Perkokoh Nilai Kebangsaan

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 17:30 WIB
Daya adaptasi dan inovasi yang mumpuni dari setiap anak bangsa yang didasari nilai-nilai kebangsaan sangat dibutuhkan untuk menjawab...
ANTARA/Nova Wahyudi

Hari Ini 3.683 Jemaah dari 7 Kloter Diberangkatkan ke Arab Saudi

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 26 Juni 2022, 17:15 WIB
Rencana keberangkatan jemaah haji Indonesia gelombang 2, Minggu, (26/6) Juni 2022 akan diberangkatkan sebanyak 9 kloter dari 7...
Ist

Sandiaga Uno: Desa Wisata Loang Baloq Paduan Ekraf dan Kearifan Lokal 

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 15:42 WIB
Lokasi Desa Wisata Taman Loang Baloq cukup strategis. Dari Lombok International Airport Praya sekitar 30 menit menggunakan mobil menuju...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya