Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSIAPAN penyelenggaraan ibadah haji pada 1437 H/2016 M sudah hampir rampung. Pada penyelenggaraan haji tahun ini, kuota haji Indonesia sebanyak 168.800 jemaah dengan kompisisi yang terdiri dari 155.200 jemaah haji reguler dan 13.600 jemaah haji khusus atau plus.
Di samping memastikan kesiapan haji menjadi lebih tertib dan profesional, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani juga memastikan layanan kesehatan bagi calon jemaah haji akan diperhatikan.
Dalam rapat koordinasi, ia memaparkan bahwa biaya haji pada 2016 ialah sebesar Rp24,641 juta atau setara dengan US$2.584. Terjadi penurunan biaya sebesar US$132 jika dibandingkan dengan 2015.
"Saat ini, 103.600 paspor sudah siap, ya kesiapan sekitar 66,4%. Persiapan haji tahun ini akan terus diperbaiki dan dipersiapkan dengan baik," ungkapnya di kantor Kemenko PMK, Jakarta, kemarin (Rabu, 18/5).
Hal itu diungkapkan setelah penandatanganan Keputusan Presiden Nomor 21 Tahun 2016 tentang Penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1437 H/2016 sebesar Rp31 juta hingga Rp38 juta.
Meskipun biaya haji 2016 menurun, Puan memastikan bahwa kualitas pelayanan tidak ikut menurun. Pada haji tahun ini, para jemaah akan mendapatkan konsumsi dua kali sehari, yakni pada siang dan malam serta makanan kecil atau snack pada pagi hari.
Kesiapan akomodasi, lanjutnya, pun sudah siap 90%. Penyewaan tempat oleh pemerintah pun telah dilakukan guna menyiapkan pemberangkatan jemaah calon haji kloter pertama pada 9 Agustus.
Pemeriksaan kesehatan
Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saiffudin mengatakan kualitas pelayanan jemaah yang sudah baik akan diperhatikan dan terus diupayakan untuk meningkatkan kualitas tersebut menjadi lebih baik.
Ia menyebut bahwa penurunan biaya haji tahun ini disebabkan adanya penurunan harga avtur pesawat udara di 2016. Selain itu, ada efisiensi anggaran pemondokan, misalnya, di 2015 per kotaknya sebesar 4.500 real, tahun ini rata-rata menjadi 4.306 real.
"Juga efisiensi dengan biaya darurat untuk menghindari situasi emergency. Misal dialokasikan Rp100 miliar tahun ini karena relatif bisa diprediksikan, jadi diperkecil menjadi Rp40 miliar," jelasnya.
Lebih lanjut, untuk mengantisipasi banyaknya jemaah calon haji berusia lanjut usia dengan masalah kesehatan, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menerangkan bahwa calon jemaah sudah mulai diperiksa sebelum pemberangkatan.
Ia mengungkapkan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan telah mencapai 45%, meskipun di sebagian provinsi tahap pemeriksaan sudah 100%.
Ia berharap pemeriksaan kesehatan yang telah dilakukan sembilan bulan sebelum keberangkatan itu dapat meminimalkan berbagai penyakit yang dapat mungkin timbul saat sedang menunaikan ibadah haji.
"Kalau dipukul rata, tahap pemeriksaan kesehatan sudah mencapai 65%. Apabila penyakitnya terlalu berat, istitha'ah ini bukan hanya mampu secara keuangan, melainkan juga mampu secara fisik," tegasnya.(H-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved