Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGELOLA Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) memberikan apresiasi terhadap perwakilan komunitas aksara Jawa, Sunda dan Bali atas kerja sama mereka dalam mengusung Standar Nasional Indonesia (SNI) fon, papan ketik dan transliterasi aksara Nusantara.
Penetapan SNI yang sebentar lagi diterbitkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) merupakan bentuk dari implementasi terkait digitalisasi aksara nusantara yang digaungkan Pandi lewat program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara (MIMDAN).
Secara simbolis, Yudho Giri Sucahyo selalu Ketua Pandi memberikan piagam kepada perwakilan dari tiap aksara, yaitu Jawa, Bali dan Sunda, di sebuah Hotel di Bandung (26/10).
Yudho menuturkan selama ini dalam perjalanannya pihaknya bersama komunitas pegiat Aksara bersama-sama mengupayakan pengusungan SNI Aksara Nusantara yang merupakan bentuk digitalisasi untuk menyambut era digital serta merupakan bentuk perjalanan dalam melestarikan warisan budaya Indonesia.
Oleh karenanya, Yudho merasa Pandi pantas memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada komunitas pegiat aksara Nusantara yang terlibat dalam pengusungan standardisasi aksara nusantara tersebut.
"Ini bukan hanya langkah strategis untuk budaya memasuki ranah digital, ini merupakan bentuk pelestarian budaya mendasar bagi bangsa Indonesia, sehingga cita-cita kita agar aksara Nusantara hadir di ranah digital dan dapat digunakan oleh seluruh masyarakat bisa terwujud," paparnya dalam keterangan resmi yang diterima pada Senin (1/11).
Baca juga: Pulang, Lagu Berbahasa Indonesia Pertama Sade Susanto
Arif Budiarto, Perwakilan komunitas aksara Jawa mengaku senang atas apresiasi yang diberikan oleh Pandi.
"Saya mewakili teman-teman komunitas aksara Jawa sangat bersyukur dan berterimakasih kepada PANDI yang telah memfasilitasi pengajuan SNI font dan papan ketik aksara nusantara ini," ungkap Arif.
Hal senada diungkapkan perwakilan komunitas aksara Sunda, Agung Zainal Mutakkin, ia menilai bahwa pengusungan SNI aksara Nusantara dapat menunjukan eksistensi bahwa aksara-aksara nusantara masih hidup di rumahnya sendiri.
"Dengan adanya SNI ini, maka masyarakat diedukasi untuk memahami, mengerti dan mampu mengaplikasikannya dalam perangkat-perangkat digital. Tak lupa kami berterima kasih kepada PANDI yang telah memberikan apresiasi dan langkah nyata untuk turut serta mengembangkan, mendorong dan mempublikasikan aksara-aksara Nusantara termasuk aksara Sunda," terang Agung.
Sementara menurut I Gede Gita Purnama perwakilan aksara Bali, mengatakan bahwa langkah besar PANDI patut di dukung oleh berbagai stakeholder terkait, baik itu komunitas pegiat aksara, akademisi dan praktisi, sehingga memiliki visi yang sama dalam pemajuan kebudayaan nusantara. (R-3)
Banyak wilayah di Bali yang membutuhkan akses internet stabil, terutama daerah yang secara geografis terisolasi.
Tanpa dukungan WiFi yang andal, pelaku usaha berisiko menghadapi gangguan operasional yang berujung pada hilangnya peluang penjualan.
Upaya mempercepat pembangunan infrastruktur digital di wilayah Indonesia timur mencapai tonggak baru dengan beroperasinya Community Gateway pertama di Indonesia.
Pemerintah Rusia memblokir Snapchat dan membatasi FaceTime dengan alasan keamanan nasional.
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Nama domain tingkat tinggi geografis telah menjadi symbol identitas daerah dan sarana memperkuat posisi suatu wilayah di ruang digital.
BADAN Bahasa meminta pemerintahan daerah memiliki ruang strategis dalam rangka pelestarian bahasa daerah melalui program Revitalisasi Bahasa daerah (RBD).
KEPALA Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menilai peran bahasa daerah pada kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi hal yang positif untuk menarik minat belajar siswa.
Peringatan Kemerdekaan Ke-80 RI mengambil tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Tema tersebut sejalan dengan tujuan negara dalam Pembukaan UUD 1945.
FTBIN merupakan selebrasi berbahasa daerah oleh para pelajar yang telah mengikuti program revitalisasi bahasa daerah sejak tahun 2021.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan tekanan dominasi bahasa-bahasa besar dunia, bahasa daerah menghadapi ancaman yang semakin konkret
Koordinator FTBM Purbalingga, Parimim, menyambut baik program bantuan bagi komunitas literasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved