Selasa 08 Juni 2021, 19:46 WIB

Kampanye Indonesia Tanpa Pacaran Sumbang Kenaikan Nikah Dini

Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora
Kampanye Indonesia Tanpa Pacaran Sumbang Kenaikan Nikah Dini

ANTARA/DEWI FAJRIANI
Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid

 

ALISSA Wahid, koordinator Nasional Jaringan Gusdurian mengatakan meningkatnya perkawinan dini di Indonesia karena masih banyaknya kampanye dengan tagar nikah muda dan nikah mudah yang beredar di sosial media.

Dari data yang ia paparkan, sempat mengalami penurunan permasalahan nikah muda pada tahun 2018. Secara nasional angka ini menurun 3,5% dari tahun 2008 yang mencapai 14,7%.

Namun dirinya mengungkap, pada masa pandemi covid-19 permohonan dispensasi menikah melonjak. Pada tahun 2019, 23.700 permohonan menikah, pada tahun 2020 dari bulan Januari hingga Juni, ada 34.000 permohonan menikah di Indonesia.

"Ini menjadi tantangan besar bagi Indonesia, alasan yang paling banyak anataranya adalah ekonomi, karena efek pandemi membuat beberapa sektor menurun," kata Alisa pada webinar Too Young To Marry World Vision Asi Pacifif, Selasa (8/6).

Adapun alasan lainnya, yakni banyaknya masyarakat Indonesia yang masih melihat dari sisi laki-laki. Perempuan tidak perlu mendapatkan pendidikan yang layak dan pada akhirnya menikah.

Baca juga: Kemen PPPA Dorong Lembaga Agama Cegah Perkawinan Anak

"Permasalahan ini harus bisa menjadi poin penting agar tidak terjadinya pernikahan dini, dan ini menjadi tugas kita bersama," ujar putri Presiden Gusdur tersebut.

Selain itu, adanya alasan yang menurut Alisa sangat disayangkan, karena seseorang bosan dengan sekolah dari rumah. Hal ini menjadi fenomena dikala pandemi, ketika angka pernikahan dini meningkat dikarenakan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dimana kampanye nikah muda sangat kuat dampaknya kepada masyarakat milenial Indonesia. Beberapa mengesampingkan peraturan negara dengan syariat agama yang diyakini.

"Banyaknya hashtag yang ada di Instagram, lebih dari 1 juta posting yang mengatakan nikah muda, hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus, ini yang sering kita temui pada ultrakonservatisme," terangnya.

"Ini menjadi tanggung jawab kita untuk melindungi mereka, untuk mempersiapkan mereka sampai dengan siap untuk menikah, ending child marriage its about us," pungkasnya. (OL-4)

Baca Juga

Ist

Berikut Lima Alasan Kamu Harus Gabung di Universitas Esa Unggul

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 15 Juni 2021, 09:27 WIB
Universitas Esa Unggul hadir sebagai sebuah solusi untuk  calon mahasiswa yang masih bingung memilih perguruan...
MI/Andri W

Indonesia Negara Paling Dermawan se-Dunia

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 15 Juni 2021, 08:02 WIB
INDONESIA dinobatkan sebagai negara paling dermawan di dunia berdasarkan World Giving Index yang dikeluarkan oleh badan amal Charities Aid...
Antaranews.com

Basarnas Luncurkan KN SAR 247 Tetuka untuk Operasi di Laut Banten

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 14 Juni 2021, 23:55 WIB
Diharapkan bisa lebih mamaksimalkan dan memudahkan pencarian korban kecelakaan laut di Selat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pengelola Nakal di Hunian Vertikal

TREN masyarakat tinggal di hunian vertikal terus meningkat dalam lima tahun belakangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya