Selasa 27 Oktober 2020, 08:00 WIB

Lapillus, Hirtus, Robustus, Raouli, 4 Spesies Kepiting yang Baru

Zubaedah Hanum | Humaniora
 

PENELITI dari Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dwi Listyo Rahayu berhasil menemukan empat spesies baru kepiting dari perairan di wilayah Timur Indonesia.

Dikutip dari akun Instagram LIPI, spesies baru kepiting Typhlocarcinops lapillus diperoleh dari risetnya di Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Ini adalah koleksi baru tahun 1994 yang ditemukan Dwi Listyo Rahayu. Spesies yang ditemukan berjenis kelamin betina seukuran 4,5 x 2,8 mm.

Penamaan lapillus berasal dari bahasa Latin yang berarti batu mulia kecil. Itu sesuai dengan ciri fisiknya yang bertubuh kecil, halus dan mengkilat berwarna putih seperti perhiasan kecil. Tidak ada bulu maupun duri di badan T. lapillus.  

Selanjutnya, Dwi Listyo Rahayu menemukan spesies baru bernama T. hirtus di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hirtus berasal dari bahasa latin yang artinya berbulu banyak. Koleksi ini didapatnya pada 2004-2009.

T. hirtus merupakan spesies pertama yang tinggal di area pasang surut. Spesies ini ditemukan di antara lamun pada substrat lumpur berpasir di beberapa wilayah Pulau Lombok, antara lain Kuta, Sekotong, Teluk Kombal, Jerowaru, dan Medana. Ciri-cirinya, tubuh dan kaki berbulu tebal.

Spesies ketiga dan keempat kepiting yang baru adalah T. robustus dan T. raouli dari Timika, Papua yang ditemukan dari penelitiannya pada 2000-2002.

Dwi Listyo Rahayu berkisah, T. roburtus ditemukannya pada 19 April 2000. Spesies yang ditemukan adalah satu kepiting jantan berukuran 8,5x6,5 mm di perairan Laut Arafura, Papua. Nama robustus berarti kokoh. Dari bentuh tubuhnya, memang kepiting ini terlihat kokoh dan kuat.

Sama-sama berasal dari Timika, spesies baru kepiting keempat T. raoli memiliki tubuh berbentuk persegi panjang dengan capit langsing dan berbulu halus. Nama raoli diberikan sebagai bentuk penghormatan terhadap Raoul Serene, seorang ahli kepiting dari Prancis yang memelajari kepiting dari kelompok ini.

Dari 14 spesies T. raoli yang ditemukan, dua di antaranya adalah satu kepiting jantan berukuran 6,5 x 4,4 mm pada 2 November 1999 dan satu kepiting betina berukuran 6,0 x 4,0 mm pada 27 Oktober 2000.

"Proses deskripsi dan pemetaan spesies baru memang umumnya membutuhkan waktu lama untuk memeriksa keberadaan spesies-spesies tersebut di berbagai museum-museum di seluruh dunia," tulis Biro Kerja Sama Hukum dan Humas LIPI dalam Instagramnya. (H-2)

Baca Juga

MI/ Irfan

Vaksinasi Lansia di Temanggung Lampaui 60 Persen

👤Ant 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:47 WIB
"Maka semua indikator level pandemi telah memenuhi syarat untuk masuk level 1,"...
Dok. UNJ

UNJ Kukuhkan 3 Guru Besar dari 3 Fakultas 

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:10 WIB
Tiga guru besar yang dikukuhkan, yaitu Wardani Rahayu yang dikukuhkan sebagai guru besar tetap bidang Ilmu Evaluasi Pendidikan Matematika...
Antara

Peran Strategis Bidan Mengedukasi Calon Ibu Turunkan Angka Stunting

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Rabu 08 Desember 2021, 22:38 WIB
Ketua Harian YAICI Arif Hidayat meyakini kehadiran bidan pada posyandu balita merupakan hal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya