Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI dari Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dwi Listyo Rahayu berhasil menemukan empat spesies baru kepiting dari perairan di wilayah Timur Indonesia.
Dikutip dari akun Instagram LIPI, spesies baru kepiting Typhlocarcinops lapillus diperoleh dari risetnya di Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Ini adalah koleksi baru tahun 1994 yang ditemukan Dwi Listyo Rahayu. Spesies yang ditemukan berjenis kelamin betina seukuran 4,5 x 2,8 mm.
Penamaan lapillus berasal dari bahasa Latin yang berarti batu mulia kecil. Itu sesuai dengan ciri fisiknya yang bertubuh kecil, halus dan mengkilat berwarna putih seperti perhiasan kecil. Tidak ada bulu maupun duri di badan T. lapillus.
Selanjutnya, Dwi Listyo Rahayu menemukan spesies baru bernama T. hirtus di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hirtus berasal dari bahasa latin yang artinya berbulu banyak. Koleksi ini didapatnya pada 2004-2009.
T. hirtus merupakan spesies pertama yang tinggal di area pasang surut. Spesies ini ditemukan di antara lamun pada substrat lumpur berpasir di beberapa wilayah Pulau Lombok, antara lain Kuta, Sekotong, Teluk Kombal, Jerowaru, dan Medana. Ciri-cirinya, tubuh dan kaki berbulu tebal.
Spesies ketiga dan keempat kepiting yang baru adalah T. robustus dan T. raouli dari Timika, Papua yang ditemukan dari penelitiannya pada 2000-2002.
Dwi Listyo Rahayu berkisah, T. roburtus ditemukannya pada 19 April 2000. Spesies yang ditemukan adalah satu kepiting jantan berukuran 8,5x6,5 mm di perairan Laut Arafura, Papua. Nama robustus berarti kokoh. Dari bentuh tubuhnya, memang kepiting ini terlihat kokoh dan kuat.
Sama-sama berasal dari Timika, spesies baru kepiting keempat T. raoli memiliki tubuh berbentuk persegi panjang dengan capit langsing dan berbulu halus. Nama raoli diberikan sebagai bentuk penghormatan terhadap Raoul Serene, seorang ahli kepiting dari Prancis yang memelajari kepiting dari kelompok ini.
Dari 14 spesies T. raoli yang ditemukan, dua di antaranya adalah satu kepiting jantan berukuran 6,5 x 4,4 mm pada 2 November 1999 dan satu kepiting betina berukuran 6,0 x 4,0 mm pada 27 Oktober 2000.
"Proses deskripsi dan pemetaan spesies baru memang umumnya membutuhkan waktu lama untuk memeriksa keberadaan spesies-spesies tersebut di berbagai museum-museum di seluruh dunia," tulis Biro Kerja Sama Hukum dan Humas LIPI dalam Instagramnya. (H-2)
BMKG Ambon mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter di Laut Arafura dan perairan Maluku lainnya. Berlaku 8-12 Januari 2026.
Potensi yang ada harus dimaksimalkan untuk meningkatkan pendapatan daerah, dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Di Ambon, Dubes Brazier mengunjungi Pemakaman Commonwealth di Ambon, untuk meletakkan karangan bunga di tugu peringatan bagi warga Australia yang gugur dalam peperangan di Indonesia.
BADAN Gizi Nasional (BGN) melaksanakan Pelatihan Petugas Penjamah Pangan pada Dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) untuk mitigasi mencegah keracunan makanan MBG
Sementara itu, bibit siklon tropis 93W di timur Filipina berpotensi persisten dengan arah gerak ke barat laut, membawa dampak di wilayah timur Indonesia.
Dengan adanya sinergi antar level pemerintahan dan dukungan anggaran yang berkesinambungan, maka diharapkan dapat melahirkan atlet tangguh.
Periode 1-10 Februari 2026 atau dasarian I Februari terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen.
Sirkulasi angin dari sistem tekanan rendah tersebut, menurutnya, masih cukup kuat untuk memicu hembusan angin kencang di wilayah NTB, meski tidak sebesar dampak Bibit Siklon Tropis 97S
Berikut prakiraan cuaca Senin 12 Januari 2026 untuk kota-kota besar di Indonesia dikutip dari BMKG
Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di provinsi kepulauan
Kabupaten Sumbawa tercatat mengalami 764.994 kali sambaran petir atau setara 72,77% dari total sambaran petir yang terjadi selama periode awal Januari hingga Desember.
Iqbal menilai saat ini merupakan momentum terbaik untuk membangun dari desa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved