Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
TUGAS besar ilmu-ilmu sosial dan humaniora ialah memecahkan masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat. Dalam perkembangannya kedua bidang ilmu yang biasanya bernaung di fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (FISIP) di perguruan tinggi dituntut menciptakan sarjana yang mau membuka diri dan belajar di luar ilmu sosial.
Untuk menuju ke sana, fakultas ilmu-ilmu sosial sudah saatnya mereformasi besar-besaran kurikulum mereka untuk mengakomodasi lulusan yang mampu menjadi pemimpin dan wirausaha sosial (sociopreneur) serta menjadi perekat sosial.
Pemikiran tersebut dikemukakan Guru Besar Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Pratikno pada webinar bertema Sociopreneur sebagai pemberdayaan masyarakat berbasis keilmuan, yang digelar Forum Dekan Ilmu-Ilmu Sosial Se-Indonesia.
“Mindset yang harus diciptakan adalah para lulusan ilmu-ilmu sosial dan humaniora itu harus mampu menguasai bidang-bidang disiplin ilmu lain seperti bidang digital sains karena masa saat ini adalah era digital. Seorang sociopreneur itu harus punya smart digitalpreneur sehingga mindset dosen pun harus berubah,” kata Pratikno.
Sociopreneur atau wirausaha sosial ialah wirausaha berbasis bisnis dengan misi utama menciptakan social impact, yang meningkatkan harkat dan taraf hidup masyarakat. Menurut Pratikno, ada keharusan FISIP melakukan perubahan kurikulum itu karena tuntutan lainnya bahwa lulusan mereka harus punya karakter.
Dalam menanggapi hal itu, Dekan FISIP Universitas Sam Ratulangi, Manado, Novie R Pioh menyambut baik tawaran Pratikno itu dan berharap, para dekan FISIP se-Indonesia harus menyamakan pandangan terlebih dahulu. Dekan FISIP Universitas Sumatra Utara, Medan, Muryanto Amin juga menyatakan FISIP USU siap melakukan perubahan kurikulum besar-besaran. “Paling tidak, 2021 sudah kita coba praktikkan,” kata Muryanto.
Menurut Muryanto upaya ilmu-ilmu sosial berkolaborasi dengan ilmu lainnya merupakan tantangan yang harus dikelola secara baik. (PS/H-1)
Komitmen FEB UNJ dalam menyiapkan generasi unggul melalui kurikulum internasional, dosen berpengalaman, dan jejaring mitra global.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menyatakan, capaian tersebut mencerminkan arah kebijakan pendidikan Islam yang semakin kompetitif dan adaptif.
KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah merancang skenario penerapan kurikulum penanggulangan dampak bencana banjir dan lonsor yang terjadi di Sumatra dan Aceh.
Inisiasi Smart Integrated Dashboard Vokasi merupakan tindaklanjut arahan Presiden pada rapat kabinet tanggal 4–5 November lalu.
Sistem pendidikan yang kolaboratif merupakan kunci dalam mencetak generasi masa depan yang berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan global.
Berpikir komputasional bukanlah kurikulum atau kegiatan baru, melainkan proses berpikir terstruktur yang dibangun lewat kegiatan sehari-hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved