Kamis 25 Juni 2020, 06:23 WIB

KLHK Buka Kawasan Ekowisata Bertahap

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
KLHK Buka Kawasan Ekowisata Bertahap

ANTARA/FB Anggoro
Warga menggunakan sampan di Sungai Subayang di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang Baling di Kabupaten Kampar, Riau.

 

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membuka kawasan untuk ekowisata bagi masyarakat, bertahap dan harus dengan protokoler kesehatan yang ketat. Hal ini dilakukan atas pertimbangan antara lain adanya kebutuhan untuk masyarakat dapat menghirup udara segar secara langsung, alam yang tenang dan nyaman. Caranya dengan melakukan kunjungan wisata ke Taman Nasional (TN), Taman Wisata Alam (TWA) dan Suaka Margasatwa (SM) dengan protokol covid yang sangat ketat.

"Satgas Covid-19 Pusat pada Senin 22 Juni 2020 telah mengumumkan dapat dimulainya aktivitas wisata secara bertahap dengan protokol covid yang ketat. Untuk itu pada tahap pertama dapat dibuka kunjungan wisata alam terbatas, dan dengan menerapkan protokol Covid-19 yang sangat ketatat," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/6).

Penetapan pembukaan kawasan wisata atau reaktivasi TN/TWA/SM tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri LHK No. SK.261/MENLHK/KSDAE/KSA.0/6/2020 tanggal 23 Juni 2020 tentang Kebijakan Reaktivasi Secara Bertahap Di Kawasan Taman Nasional (TN), Taman Wisata Alam (TWA), dan Suaka Margasatwa (SM) dalam kondisi Transisi Akhir COVID-19 (New Normal). 

"Kebijakan aktivasi merupakan langkah untuk boosting kegiatan pemulihan ekosistem dan ekowisata berkelanjutan (Sustainable Eco-Tourism)," sebut Siti Nurbaya.

baca juga: Daerah Siaga Antisipasi Karhutla

Ada 29 TN/TWA/SM yang sudah dapat dibuka secara terbatas, yang berada pada zona hijau dan kuning dalam kriteria Covid. Unit Pelaksana Teknis (UPT) KLHK dan 29 Pemda telah melakukan berbagai persiapan di tingkat tapak guna memastikan tidak terjadinya penyebaran Covid-19 dengan kunjungan wisata tersebut.

"Langkah ini harus dan perlu dilakukan karena dibuka atau tidaknya TN/TWA/SM untuk kunjungan wisata adalah mendasarkan pada rekomendasi dari Satgas Covid-19 setempat dan rekomendasi/arahan Gubernur atau Walikota/Bupati," jelas Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Eksosistem KLHK, Wiratno. (OL-3)
 

Baca Juga

MI/Ramdani

Menhub: 36 Ahli Waris Sriwijaya Air SJ182 Sudah Dapat Santunan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Januari 2021, 16:20 WIB
SEBANYAK 36 ahli waris korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 telah menerima santunan dari Jasa Raharja sebesar Rp50 juta untuk...
Antara/ Syifa Yulinas

Olah Sawit, LIPI Usulkan Pembangunan Kilang Green Fuel

👤Humaniora 🕔Rabu 20 Januari 2021, 15:55 WIB
Kebijakan dunia di bidang energi yang hanya megizinkan bahan bakar ramah lingkungan harus direspons cepat agar Indonesia tidak tertinggal...
ANTARA/ FEY SELLY

Mendikbud Sebut 34.200 Sekolah Sudah Gelar PTM

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 20 Januari 2021, 15:30 WIB
Pihak sekolah menghadapi pilihan sulit antara ketertinggala pembelajaran dan masalah keselamatan serta keselamata siswa di masa pademi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya