Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI upaya meningkatkan kapasitas jajaran Pusdalops BNPB telah dilaksanakan pelatihan pemanfaatan PetaBencana.id untuk membantu respon bencana banjir di seluruh Indonesia.
Kepala Pusdalops BNPB Bambang Surya Putra mengatakan platform PetaBencana.id ini sangat bermanfaat bagi pihaknya sendiri dan masyarakat luas terkait untuk memantau serta mengetahui tentang kebencanaan di daerah.
"Pada awalnya, PetaBencana.id ini hanya untuk memantau banjir di Jakarta dan sekarang telah dikembangkan di empat kota besar di Pulau Jawa, yaitu DKI Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya," kata Bambang dalam keterangan resmi, Selasa (14/1).
Dia meminta tim Pusdalops agar bisa memanfaatkan platform PetaBencana.id ini untuk menjadi sumber masukan, bahwa ada kejadian bencana di suatu daerah.
Baca juga: BNPB Imbau Waspadai Dampak Siklon Claudia
Begitu juga sebagai kebutuhan informasi awal bagi tim Pusdalops BNPB untuk dapat menginformasikan terkait kejadian bencana tersebut ke BPBD dan TNI/POLRI serta intansi terkait lainnya.
"Manfaatkan informasi dari berbagai sumber, termasuk salah satunya dari PetaBencana.id ini, untuk merespon kejadian bencana didaerah," paparnya.
Dia menegaskan Pusdalops BNPB ini sebagai mata dan telinganya Indonesia untuk kebencanaan, sehingga harus memeperkuat sensivitas mereka dalam merespon setiap kejadian bencana. Bahkan informasinya PetaBencana.id akan menjangkau seluruh wilayah di Indonesia dan go internasional.
Diketahui, PetaBencana.id merupakan sebuah platform berbasis website yang gratis dan menghasilkan visualisasi bencana skala perkotaan menggunakan laporan hasil crowdsourcing dan validasi instansi pemerintah secara real time.
Platform ini memanfaatkan penggunaan lanjutan dari social media dan aplikasi pesan instan saat keadaan darurat untuk mengumpulkan informasi terbaru yang terkonfirmasi dari pengamatan secara langsung dan dengan demikian menghilangkan kebutuhan pemrosesan data yang memakan waktu dan biaya
Laporan pengguna yang terverifikasi akan ditampilkan bersamaan dengan data kritikal yang relevan, yang dikumpulkan oleh instansi pemerintah daerah.
Dengan mengintegrasikan kearifan lokal dari berbagai sumber data ke dalam satu platform yang kokoh, PetaBencana.id dapat menghasilkan gambaran yang komprehensif dari kejadian bencana, dan memungkinkan warga, lembaga kemanusiaan, dan instansi pemerintah untuk membuat keputusan berbasis informasi yang memadai pada keadaan darurat.
Sejak diluncurkan pada 2013 (sebagai PetaJakarta.org), platform PetaBencana.id sudah digunakan oleh jutaan penduduk untuk membuat keputusan dalam waktu singkat terkait keselamatan dan navigasi selama keadaan banjir darurat.
Platform ini juga diadopsi oleh Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) untuk memantau kejadian banjir, mempersingkat waktu tanggap bencana, dan berbagi informasi darurat dalam waktu singkat kepada penduduk.
Platform ini telah memungkinkan penyebaran informasi dan koordinasi data dalam skala yang lebih besar dengan penduduk dan instansi pemerintah, dan mendukung ketangguhan terhadap perubahan iklim secara kolaboratif.
Saat ini dengan target memfasilitasi 50 juta penduduk di Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung, PetaBencana.id membuktikan bahwa pengumpulan, penyebarluasan, dan visualisasi data berbasis komunitas dapat mengurangi risiko banjir dan membantu upaya penyelamatan. (OL-2)
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meninjau dan mengevaluasi penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu, Bandung Barat
Pemerintah daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat sejak 23 Januari 2026 selama 14 hari guna memastikan penanganan dilakukan secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi.
OPERASI pencarian terhadap korban tanah longsor yang melanda Desa Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat, telah memasuki hari ketiga.
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang kehilangan rumah akan memperoleh satu unit hunian, meski sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah.
Hingga Senin (19/1), banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi antara 10 hingga 200 sentimeter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved