Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Pertimbangan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Imam Wahyudi mengungkapkan tingkat kepercayaan publik terhadap media tradisional meningkat. hal itu mendasarkan pada riset Edelman Trust Barometer 2019. Media tradisional merujuk pada praktek jurnalistik dengan metodologi ketat.
"Kalau lihat Edelman Trust Barometer (2019), tren media tradisional sempat turun di 2015, kemudian mulai naik dan sekarang naik lagi di 2019," terangnya usai diskusi Refleksi Akhir Tahun IJTI; Kebebasan Pers, Disrupsi, dan Tantangan Jurnalis TV, di Gedung Dewan Pers, Senin (30/12).
Berdasarkan data Edelman Trust Barometer 2019, tingkat kepercayaan pada media tradisional meningkat dari 63 poin pada 2018 menjadi 65 pada 2019. Tiga tahun sebelumnya, media tradisional sempat terpuruk pada 2015-2017 dengan 58, 59, dan 58 poin. Bahkan pada tahun ini berada pada level yang sama dengan mesin pencari.
Perubahan itu, menurut Imam, dilandasi kembalinya kepercayaan publik setelah sempat anjlok gara-gara hoaks.
"Itu menunjukkan bahwa orang tadinya kecewa mungkin dengan media tradisional yang mungkin ikut-ikutan dan menyebarkan hoaks. Kan itu banyak dulu, apalagi menjelang pemilu dan saat pemilu, pilkada dan sebagainya," lanjutnya.
Menurutnya, praktek jurnalistik dengan metodologi yang ketat sangat dibutuhkan publik.
"Publik itu pada dasarnya butuh mercusuar, di tengah banjir informasi mereka ingin tahu yang benar yang mana. Yang bisa melakukan itu sebenarnya hanya jurnalisme," tandasnya.
Ia menegaskan tidak sepatutnya jurnalisme mengorbankan prinsip verifikasi hanya untuk mengejar kecepatan. Karena verifikasi adalah nyawa jurnalisme. "Tapi kemudian ketika jurnalisme mau cepat-cepatan, mengorbankan verifikasi, dia membunuh dirinya sendiri," pungkasnya.(A-1)
Sepanjang 2025, isu kemerdekaan pers, profesionalisme jurnalistik, serta keberlanjutan ekonomi media menjadi tiga persoalan utama yang saling berkaitan.
Media massa bisa semakin berperan sebagai duta literasi keuangan untuk membantu meningkatkan literasi, inklusi, dan pelindungan konsumen secara langsung di masyarakat.
WALI Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pihaknya membutuhkan media massa untuk mengoptimalkan penginformasian kepada publik.
Broadcast: Jangkau audiens masif! Pelajari definisi, strategi, dan cara efektif sebarkan informasi secara luas. Raih perhatian maksimal!
Di tengah arus informasi yang begitu deras, generasi muda harus memiliki kemampuan literasi media yang kuat agar dapat mencerna informasi dengan cerdas.
Media memiliki pengaruh sangat besar terhadap keberhasilan agensi PR.
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan bahwa sinergi antarlembaga merupakan kunci utama agar setiap kasus yang menimpa insan pers dapat diselesaikan secara berkeadilan.
Lilik bercerita, tulisannya mengangkat cerita perjalanan panjang energi. Mulai dari minyak mentah sampai menjadi produk BBM yang ramah lingkungan dan produk gas
WAKIL Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, mengatakan, peningkatan kompetensi jurnalis menjadi hal krusial di tengah gempuran teknologi kecerdasan artifisial (AI).
Di tengah dinamika pendidikan tinggi yang terus berubah, Universitas Terbuka (UT) memperkenalkan wajah baru kepemimpinannya serta arah strategis yang ingin dibangun bersama
Aspek HAM pada Astacita pertama merupakan komitmen yang kuat pemerintahan saat ini untuk membangun peradaban baru.
KETUA Dewan Pers, Komaruddin Hidayat menegaskan bahwa jurnalis memiliki peran penting sebagai penulis sejarah yang dapat mempengaruhi masyarakat dalam memandang dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved