Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGEMBANGAN industri farmasi memerlukan kemandirian dalam berbagai aspek agar dapat berkembang dan menghasilkan harga jual obat yang terjangkau di Indonesia.
“Pemerintah perlu mendorong industri farmasi agar mandiri dalam hal bahan baku karena sebagian besar masih impor. Selain itu, diperlukan stimulasi inovasi di sektor industri farmasi serta upaya menekan biaya distribusi,” terang ekonom kesehatan dari Universitas Padjadjaran Bandung, Auliya A Suwantika, kepada Media Indonesia, kemarin.
Kemandirian bahan baku obat, lanjut Auliya, berdampak pada penghematan biaya pengobatan, penghematan devisa, dan dapat berkontribusi bagi perekonomian masyarakat. Di sisi lain, sebagai negara kepulauan, biaya distribusi menjadi tinggi sehingga harga obat menjadi mahal.
Auliya membeberkan, tingkat industri farmasi masih rendah. Meski jumlah industri farmasi lokal di Indonesia masih banyak, atau hampir 73% dari industri farmasi yang ada, tingkat inovasinya masih rendah.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Engko Sosialine Magdalene mengungkapkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memanfaatkan teknologi digital untuk memudahkan pengusaha mendapatkan izin usaha. Diharapkan, hal tersebut akan menciptakan iklim investasi yang memadai untuk mendorong perkembangan industri farmasi di Indonesia.
“Kemenkes menerapkan online single submission (OSS) dan e-signature dalam proses pemberian izin,” kata Engko, kemarin.
Selain itu, Engko menyebutkan Kemenkes juga mengurangi waktu proses pemberian izin edar alat kesehatan tanpa menyampingkan sisi keamanan, mutu, dan kemanfaatan.
“Kemenkes juga terlibat dalam pembahasan omnibus law bidang kesehatan yang saat ini sedang berproses,” lanjut Engko.
Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas mengenai kesehatan di Istana Negara, Kamis (21/11), yang meminta agar regulasi yang menghambat investasi di industri farmasi nasional segera disederhanakan. (Ata/H-3)
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved