Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA pemandangan istimewa di antara banyak stan yang tampil di Pameran Kebudayaan Nasional di Jakarta, akhir minggu lalu. Di antara stan makanan, kesenian, sampai pakaian khas daerah, ada stan tenun yang cukup menyedot perhatian pengunjung.
Di stan itu terlihat seorang perempuan berusia 78 tahun yang menenun. Aksi Mbah Kuru, yang merupakan satu-satunya penenun di pameran itu berlangsung seminggu penuh. Tampak Mbah Kuru cekatan menggerakkan mesin pintal manual tradisional. Sesekali dia menjelaskan jenis kain tenun khas Yogyakarta kepada kaum milenial yang iseng bertanya.
Sudah setengah abad lebih menenun, Mbah Kuru sepertinya sangat berharap kain tenun tidak dilupakan anak-anak muda. Dalam pameran kali ini, Mbah Kuru membawa alat tenun miliknya dari Yogyakarta. Dia merasa nyaman saat menenun dan mengajarkan ke pengunjung di stan Atas Nama Daun.
Mbah Kuru mengaku bersedih jika mendengar kabar saat ini penenun sudah langka. “Yang memesan (kain tenun) banyak, tapi yang menenun sudah dikit, jadi Mbah bingung,” ujar Mbah Kuru. Satu lagi yang hebat pada Mbah Kuru, dia masih cekatan dan bisa setengah hari menenun di pameran itu. Namun, di acara itu Mbah Kuru mengaku kelelahan.
“Beliau kecapaian karena dari hari pertama dari pukul 11.00 WIB sudah mulai menenun. Istirahatnya sebentar,” ujar Sita, salah satu pemilik stan. Meski lelah, ditanyai seputar tenun, Mbah Kuru sangat antusias dan senang menceritakan bagaimana proses menenun. Dia pun menuturkan perbedaan benang yang digunakan saat dulu dia menenun dengan benang yang sekarang digunakan, sedikit berbeda.
Rupanya benang yang dulu digunakan Mbah Kuru untuk menenun ialah benang murni melalui proses pewarnaan hingga penjemuran sebelum digunakan untuk menenun. Berbeda dengan benang yang sekarang, Mbah Kuru tidak perlu mewarnai dan menjemurnya karena sudah siap dan tinggal pakai.
Yang cukup ironis dari kain hasil tenunan Mbah Kuru, dijual dengan sangat murah. Kain tenun berbentuk setagen dijual dengan kisaran harga Rp25 ribu sampai Rp35 ribu. Bahkan, setagen polos berukuran 8 meter dibanderol dengan harga Rp35 ribu. (*/H-1)
Proses pemberian Apresiasi Desa Budaya 2025 dilakukan secara komprehensif melalui tahapan temu-kenali, pendalaman, dan aktivasi.
Lakon kali ini dipilih untuk mengingatkan kita bahwa nilai kepahlawanan berkaitan erat dengan sikap mencintai bangsa dan negara, menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi upaya penguatan sektor kebudayaan nasional.
SEBANYAK 13 negara kawasan Pasifik menghadiri Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai 11-13 November 2025.
Puti Guntur Soekarno, menyoroti pengaruh teknologi terhadap perkembangan kebudayaan di Indonesia.
WAKIL Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menegaskan pentingnya peran budaya dan pendidikan sebagai kekuatan lembut (soft power) yang mampu memperkuat posisi Indonesia di panggung global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved