Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Munardo mengungkapkan kebakaran berulang yang terjadi di lahan gambut terjadi karena kesengajaan. Ada pihak yang sengaja membakar lahan gambut untuk ditanami kembali.
Dari hasil pemantauannya, lahan gambut yang pernah terbakar hampir sebagian besar berubah menjadi kebun. Padahal berbeda dengan kebakaran di lahan mineral, pada lahan gambut api sulit dipadamkan.
Baca juga: Cegah Karhutla Pembasahan Lahan Gambut Diintensifkan
"Ini faktor kesengajaan tidak mungkin ada api di kawasan yang di tengah-tengah pemukiman penduduk. 80% bekas kebakaran dari kebun, ada hutan tanaman industri, ada juga sawit," ucapnya seusai menghadiri rapat koordinasi tingkat menteri di Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) di Jakarta, Jumat.
Menurutnya, membuka kebun dengan cara membakar telah menjadi kebiasaan dan biayanya lebih murah. Itu sebabnya, BNPB meminta agar Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bisa menemukan teknologi yang tepat dan efisien agar masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar.
Selain itu, Doni menilai peran Kementerian Pertanian juga penting terutama mencari pola-jenis tumbuhan yang cocok ditanami di lahan gambut.
"Jenis tanaman sedang diinventarisasi ternyata ada jenis kopi liberica dan cocok di lahan gambut. Volume kopi jumlahnya harus diperbanyak agar ekonominya masyarakat lebih baik," tuturnya.
Doni juga menuturkan sagu juga bisa menjadi jenis tanaman yang dipertimbangkan ditanam di lahan gambut.
Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan total area yang terbakar pada Januari hingga 31 Agustus 2019 seluas 339.161 Ha yang didominasi oleh lahan mineral 239.161 Ha. Adapun pada lahan gambut seluas 89.563 Ha.
Lahan gambut yang terbakar pada 2019 seluas 89.563 Hektare. Apabila dirinci berdasarkan tutupan lahan, area gambut yang terbakar di kawasan nonhutan luasnya mencapai 86.014 Ha. Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan area gambut di kawasan hutan yang terbakar yakni seluas 3.549 Ha.
Untuk rekapitulasi lahan gambut yang terbakar per provinsi, data Kementerian LHK menunjukkan Provinsi Lampung paling luas yaitu 40.553 Ha. Kalimantan Tengah di urutan kedua dengan 24.884 Ha dan Nusa Tenggara Timur di tempat ketiga dengan 10.025 Ha. (Ind/A-3)
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved