Jumat 13 September 2019, 17:35 WIB

BPPT Diminta Cari Teknologi Cocok Tanam di Lahan Gambut

Indriyani Astuti | Humaniora
BPPT Diminta Cari Teknologi Cocok Tanam di Lahan Gambut

Antara/JOJON
Foto udara kebakaran lahan gambut di Kecamatan Lalolae, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Jumat (13/9/2019)

 

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Munardo mengungkapkan kebakaran berulang yang terjadi di lahan gambut terjadi karena kesengajaan. Ada pihak yang sengaja membakar lahan gambut untuk ditanami kembali.

Dari hasil pemantauannya, lahan gambut yang pernah terbakar hampir sebagian besar berubah menjadi kebun. Padahal berbeda dengan kebakaran di lahan mineral, pada lahan gambut api sulit dipadamkan.

Baca juga: Cegah Karhutla Pembasahan Lahan Gambut Diintensifkan

"Ini faktor kesengajaan tidak mungkin ada api di kawasan yang di tengah-tengah pemukiman penduduk. 80% bekas kebakaran dari kebun, ada hutan tanaman industri, ada juga sawit," ucapnya seusai menghadiri rapat koordinasi tingkat menteri di Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, membuka kebun dengan cara membakar telah menjadi kebiasaan dan biayanya lebih murah. Itu sebabnya, BNPB meminta agar Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bisa menemukan teknologi yang tepat dan efisien agar masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar.

Selain itu, Doni menilai peran Kementerian Pertanian juga penting terutama mencari pola-jenis tumbuhan yang cocok ditanami di lahan gambut.

"Jenis tanaman sedang diinventarisasi ternyata ada jenis kopi liberica dan cocok di lahan gambut. Volume kopi jumlahnya harus diperbanyak agar ekonominya masyarakat lebih baik," tuturnya.

Doni juga menuturkan sagu juga bisa menjadi jenis tanaman yang dipertimbangkan ditanam di lahan gambut.

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan total area yang terbakar pada Januari hingga 31 Agustus 2019 seluas 339.161 Ha yang didominasi oleh lahan mineral 239.161 Ha.  Adapun pada lahan gambut seluas 89.563 Ha.

Lahan gambut yang terbakar pada 2019 seluas 89.563 Hektare. Apabila dirinci berdasarkan tutupan lahan, area gambut yang terbakar di kawasan nonhutan luasnya mencapai 86.014 Ha. Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan area gambut di kawasan hutan yang terbakar yakni seluas 3.549 Ha.

Untuk rekapitulasi lahan gambut yang terbakar per provinsi, data Kementerian LHK menunjukkan Provinsi Lampung paling luas yaitu 40.553 Ha. Kalimantan Tengah di urutan kedua dengan 24.884 Ha dan Nusa Tenggara Timur di tempat ketiga dengan 10.025 Ha. (Ind/A-3)

Baca Juga

MI/ERIEZ M RIAL

Unisba Berada di Peringkat Atas Universitas Terbaik di Kota Bandung

👤Bayu Anggoro 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 22:50 WIB
EduRank menempatkan Unisba sebagai universitas peringkat 4 terbaik di Kota...
Dok. USG Education

Kemitraan USG Education-University of Essex Hasilkan Program Jalur Cepat Raih Sarjana Internasional

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 22:42 WIB
Program Pathway atau program jalur adalah program yang bertujuan menjembatani celah antara kualifikasi pendidikan terakhir yang dimiliki...
ANTARA

PGRI: Jangan Lupakan Kesejahteraan Guru

👤Faustinus Nua 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 22:38 WIB
Pesan Presiden Joko Widodo agar kualitas guru terus ditingkatkan merupakan sebuah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya