Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Bahasa Kendala Utama Perawat Indonesia untuk Go Internasional

Putri Anisa Yuliani
01/12/2018 19:30
Bahasa Kendala Utama Perawat Indonesia untuk Go Internasional
( ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

KEMAMPUAN tenaga perawat Indonesia rupanya diakui oleh dunia. Banyak negara yang meminati tenaga perawat Indonesia bukan hanya karena dinilai berketerampilan mumpuni tetapi juga memiliki sikap ramah serta bersahabat.

Saat ini terdapat 2.800 perawat asal Indonesia yang bekerja di luar negeri. Jumlah ini masih sedikit jika dibandingkan dengan permintaan tenaga perawat dari sejumlah negara.

Berdasarkan data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), permintaan tenaga kesehatan dari negara-negara Asia Timur dan Timur Tengah mencapai 16.000 perawat setiap tahun.

Kendala untuk perawat Indonesia agar bisa mendapat posisi pekerjaan di negara lain, yakni bahasa. Sebagian besar pendidikan keperawatan di Indonesia menurut Kepala Pusat Peningkatan Mutu Badan Pemberdayaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) Yuti Suhartati tidak memasukkan Bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya ke dalam kurikulum pendidikan.

"Orang luar itu cukup berminat dengan perawat Indonesia. Mereka diakui punya skill (keterampilan) juga lebih friendly (ramah). Mungkin karena budaya kita juga. Tapi sayang tidak banyak perawat bisa lancar berbahasa asing," kata Yuti saat ditemui acara pembukaan The 1st International Conference of Indonesian National Nurses Association 2018 di Hotel Atlet Century Senayan, Jakarta, Sabtu (1/12).

Untuk menangani hal tersebut pihaknya membuat program pelatihan bahasa serta penguatan keterampilan bagi tenaga kesehatan yang akan ditempatkan di luar negeri. Ada pula pelatihan khusus bahasa Jepang yang bekerja sama langsung dengan pemerintah Jepang untuk perawat yang akan ditempatkan di 'Negeri Sakura".

Untuk penguatan keterampilan, Yuti menjelaskan bahwa kerja sama di bidang tersebut dijalin dengan pemerintah Filipina. Negara tetangga yang berbatasan dengan Provinsi Maluku Utara dan Sulawesi Utara itu memang sudah terkenal sebagai pengirim tenaga perawat internasional terbesar se-Asia Tenggara. Padahal, menurut Yuti. keahlian tenaga perawat Indonesia tidak kalah dengan Filipina.

"Saat kita jalin kerja sama itu ya terlihat bahwa tenaga perawat kita juga bagus-bagus hanya memang kendalanya ada di bahasa. Maka kami tekankan pelatihan bahasa bagi yang memang berminat untuk ditempatkan di luar," terangnya. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya