Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Jenderal TNI Wiranto mengajak elemen bangsa membangun sikap optimisme pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasalnya, Indonesia merupakan negara besar yang diprediksi menjadi negara maju ke depan.
“Dari pandangan berbagai pakar dan pihak luar negeri menyebut Indonesia merupakan negara hebat, memiliki berbagai suku bangsa yang besar, berpenduduk muslim terbesar di dunia juga negara terpercaya di dunia setelah Swiss. Selain itu, peringkat ke 9 negara teraman di dunia. Jadi kita harus optimistis dan bangga menjadi orang Indonesia, “ kata Wiranto, di kampus Universitas Terbuka (UT), Tangerang Selatan, Banten, Selasa ( 27/11).
Menkopolhukam memberikan sambutan pada Wisuda Periode I Wilayah III Tahun Akademik 2018/2019, mewakili Presiden Joko Widodo yang berhalangan hadir.
“Bapak Presiden telah bersedia hadir namun memohon maaf menjadi berhalangan karena ada kegiatan UMKM. Beliau sampaikan salam dan ucapan selamat kepada semua wisudawan UT beserta keluarga,” ujarnya.
Sekitar 2.000 wisudawan mengikuti prosesi wisuda yang dihadiri Rektor UT Ojat Darojat, Staf Ahli Menristek Dikti Paulina Pane, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, serta Keluarga Sultan Banten.
Wiranto menekankan yang dikemukakannya bukan kampanye melainkan fakta. Mantan Panglima TNI ini menyebutkan prediksi lainnya, pada 2030 ekonomi dunia akan bergeser maju ke Asia termasuk Indonesia.
“Nah, ini kan ramalan positif, namun bagaimana kita semua dapat mewujudkannya,” tegasnya.
Wiranto mengutip pernyataan Presiden Jokowi yang menegaskan Indonesia sebagai bangsa yang kuat,bersatu dan tahan banting. “Kita bersatu namun secara fisik masih terputus maka program pemerintah membangun dari pinggiran melalui infrastruktur seperti membangun tol, jembatan dan bandara merupakan upaya pembangunan untuk lebih menyatukan kita, “ cetusnya.
Dalam kesempatan itu, Wiranto mengingatkan adanya ancaman dari dalam negeri, yakni mereka yang tidak berupaya mengikuti nakhoda pimpinan negara. Di samping itu ada pula ancaman radikalisme, terorisme, narkoba, hoaks, dan ujaran kebencian.
Hambatan lainnya adalah keterbatasan kemampuan sumber daya manusia harus segera diatasi. Di situ pula peran lembaga pendidikan, tidak terkecuali UT.
“Kuncinya adalah pembangunan sumber daya manusia atau SDM yang berkualitas menghadapi kompetisi di era revolusi industri 4.0. Maka UT harus terus mampu mencetak SDM yang baik dan siap memimpin. Beruntunglah mereka yang kuliah di UT tanpa ongkos, tanpa ngekos dan tetap joss,” seloroh Wiranto yang disambut tertawa riuh wisudawan.
Rektor UT Ojat Darojat mengemukakan UT menyelenggarakan program Pendidikan Tinggi Jarak Jauh (PTJJ) sejak 1984. UT terus berkembang memajukan pendidikan tinggi di Indonesia yang sejalan dengan program Nawa Cita Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla.
Ojat menjelaskan saat ini UT melayani 368.606 mahasiswa yang tersebar di Tanah Air dan luar negeri. Layanan pendidikan dikelola 39 kantor UPBJJ UT dalam negeri dan 1 pusat pengelolaan mahasiswa luar negeri.
Sebanyak 52.509 mahasiswa berdomisili di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Dari jumlah itu sebanyak 32.573 mahasiswa atau 63% merupakan mahasiswa yang mengikuti program calon guru.
“UT selalu berupaya memberikan bantuan dana studi kepada mahasiswa di wilayah 3T. Sepanjang 2013-2018 bantuan yang diberikan mencapai 11.738 mahasiswa. Berkat dukungan pemerintah, UT berkesempatan hadir di wilayah 3T turut berkontribusi membangun SDM Indonesia melalui pendidikan,” pungkas Ojat. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved