Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan pemetaan sekolah menengah kejuruan (SMK) berdasarkan keunggulan dan kompetensi lokal. Hal itu menindaklanjuti rencana pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menggenjot revitalisasi pendidikan vokasi atau SMK.
"Kami masih melakukan analisis dan pemetaan. Kami akan fokus pada SMK yang memiliki kekhususan dalam keunggulan dan kompetensi lokal, misalnya SMK Pertanian," kata Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan.Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Florence, saat ditemui di kantornya, Kupang, NTT, Kamis ( 22/11).
Selain itu, pihaknya membanahi pendidikan vookasi dengan memperketat pembukaan jurusan. Namun begitu, ia menekankan sebanyak 200 SMK yang ada di Bumi Sasando tidak ada yang ditutup.
"Ya, 200 SMK di wilayah kami tidak ditutup, akan kami lakukan revitalisasi dan penyesuaian pada keunggulan lokal. Terkecuali, SMK yang bersangkutan tidak ada lagi siswanya, akan dipertimbangkan ditutup," cetus Florence.
Ia mengungkapkan revitalisasi yang telah dilakukan di Kupang antara lain SMK Negeri 3 untuk Tata Boga dan mempunyai hotel. Kemudian, SMK Negeri 4 untuk jurusan tenun serta SMK Negeri Wisata di Ruteng, Manggarai.
Kerja sama SMK dengan dunia usaha dan industri, menurut Florence, terus ditingkatkan. Dalam waktu dekat akan dilakukan pemagangan siswa ke Honda dan PLN.
Pengawas SMK Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT, Jeremias Paus Pele, menyambut baik revitalisasi SMK yang dicanangkan pemerintah. Menurutnya, SMK di wilayahnya banyak bidang pertanian dan ada yang kekurangan siswa.
"Kami tentu berharap revitalisasi yang dilakukan dapat bersesuaian dengan kebutuhan daerah dan ditambah peningkatan guru SMK," ujarnya
Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan Provinsi NTT Alfons Arakian mengungkapkan di NTT terdapat 836 sekolah jenjang SMA dan SMK dengan 20.676 guru. Akan tetapi, terdapat masalah distribusi atau sebaran guru yang belum merata.
"Kami masih menata distribusi guru yang belum merata karena ada yang menumpuk di perkotaan, dan di pelosok daerah kami ada yang kekurangan guru," tutur Alfons. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved