Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

STP Trisakti Kerja Sama Riset dengan Universitas Teknologi Wuxi

Putri Anisa Yuliani
22/11/2018 18:30
STP Trisakti Kerja Sama Riset dengan Universitas Teknologi Wuxi
(Ist)

SEKOLAH Tinggi Pariwisata Trisakti kembali menjalin kerja sama dengan Universitas Teknologi Wuxi (UTW) dari Tiongkok. Kerja sama yang memasuki tahun keempat ini akan berfokus pada bidang akademik seperti riset dan publikasi jurnalistik ilmiah bersama.

Sebelumnya, pada kerja sama di tiga tahun belakangan baik UTW dan STP Trisakti saling mengirimkan perwakilan dosen dan mahasiswa untuk belajar singkat tentang pengembangan model perkuliahan serta bahasa Mandarin.

"Kami sudah lama kerja sama, baik dosen mereka ke sini atau dosen kami yang ke sana. Ini semakin baik karena kerja sama tidak hanya antara Wuxi dengan kami, tetapi juga Wuxi dengan institusi pendidikan lainnya yang berada di bawah naungan Yayasan Trisakti," kata Ketua STP Trisakti Fetty Asmaniati ketika ditemui di STP Trisakti, Jakarta, seusai pertemuan dengan perwakilan UTW, Kamis (22/11).

Fetty lebih lanjut menjelaskan STP Trisakti cukup populer di mata mahasiswa Tiongkok. Hal itu berkat kerja sama yang telah terjalin dengan UTW selama beberapa tahun.

Dalam menjalin kerja sama tersebut, Fetty menuturkan pihaknya pernah mengikuti pameran serta konferensi yang digelar oleh UTW hingga mendapat penghargaan. Dari situlah STP Trisakti mulai dikenal di Tiongkok.

Melalui transfer mahasiswa STP Trisakti telah berkontribusi untuk menyebarkan budaya Indonesia. Para mahasiswa yang dikirim ke Tiongkok, menurut Fetty, diwajibkan menampilkan kebudayaan Indonesia pada masa perkuliahan singkat. Tujuannya memperkenalkan budaya Indonesia juga untuk menarik masyarakat Tiongkok agar berkunjung ke Indonesia.

"Dari penyebarluasan budaya itu kami berharap mahasiswa bisa menarik banyak turis Tiongkok ke Indonesia dan tidak hanya ke Bali. Tetapi juga ke wilayah lainnya," ujar Fetty.

STP Trisakti sebagai sekolah tinggi pariwisata juga melihat masyarakat Tiongkok sebagai sebuah potensi yang besar dan penting bagi kemajuan pariwisata di Indonesia. Dari segi jumlah, turis dari Tiongkok sangat banyak karena Tiongkok memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia.

Selain itu, ekonomi Tiongkok yang stabil membuat turis dari 'Negeri Tirai Bambu' tidak terpengaruh krisis ekonomi dan tetap melancong ke berbagai belahan dunia. Potensi itu yang hendak diraih oleh STP Trisakti.

Yayasan Trisakti turut menggandeng UTW guna memberikan pembelajaran bahasa Mandarin. Fetty mengungkapkan UTW akan mengirimkan langsung tutor bahasa Mandarin dari Tiongkok untuk mengajarkan bahasa Mandarin kepada sivitas Yayasan Trisakti yang ingin menguasai bahasa Mandarin.

Kerja sama di bidang bahasa itu diresmikan dengan pembukaan plakat kerja sama pembentukan China Language Center yang dilakukan, hari ini, Kamis (22/11). Kegiatan tersebut dialkukan Ketua Yayasan Trisakti Bimo Prakoso bersama Deputi Sekjen China Education Association for International Exchange (CEAIE) Zhao Yan dan perwakilan UTW Xiao Yin.

Adanya tambahan keterampilan berbahasa Mandarin yang bisa didapat oleh mahasiswa Trisakti diharapkan bisa menjadi daya dukung bagi pemerintah dalam menggaet turis dari Tiongkok.

"Ya tentunya dengan belajar bahasa Mandarin ini, mahasiswa kami nantinya bisa turut menjadi sumber daya manusia pendukung program-program pemerintah khususnya di bidang pariwisata," tutur Fetty.

Ketua Yayasan Trisakti Bimo Prakoso berharap kerja sama yang sudah berjalan empat tahun ini terus berjalan dan meningkat agar bisa saling memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Dalam kesempatan yang sama, rektor Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT) Trisakti Tjuk Sukardiman menyatakan kerja sama dengan UTW juga bisa berkembang pada bidang transfer ilmu teknologi.

"Nanti perwakilan dari STMT akan ke Wuxi untuk belajar teknologi. Semoga nantinya kita bisa kerja sama dengan lebih baik lagi di bidang yang lebih banyak," tuturnya.

Kerja sama yang cukup erat dengan STP Trisaksi, menurut perwakilan UTW Xiao Yin, didasarkan pada reputasi sekolah tinggi tersebut. STP Trisakti cukup populer di Tiongkok serta memiliki kualitas yang baik.

Wuxi sendiri, kata Xiao Yin, menempati posisi keenam universitas terbaik di Tiongkok dari sekitar 1.200 universitas yang ada di negara itu. Dengan demikian, penting Wuxi untuk bekerja sama dengan pihak yang memiliki kapabilitas serta kompetensi yang mumpuni di bidangnya.

"Kami lihat Trisakti cukup populer di Tiongkok dan memiliki kualitas yang baik," ujarnya.

Sementara itu, Deputi Sekjen China Education Association for International Exchange (CEAIE) Zhao Yan mengungkapkan harapannya melalui kerja sama ini makin banyak pelajar asal Indonesia yang tertarik untuk belajar di Tiongkok dan juga sebaliknya. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya