Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Kesadaran Deteksi Dini Kanker Masih Minim

Dhika Kusuma Winata
15/11/2018 19:15
Kesadaran Deteksi Dini Kanker Masih Minim
(Ilustrasi)

PENINGKATAN kesadaran deteksi dini bahaya penyakit kanker, termasuk kanker payudara, perlu terus dilakukan. Deteksi dini dan penanganan yang tepat bisa meningkatkan peluang kesembuhan dan meringankan beban finansial.

"Deteksi dini amat penting karena biaya yang diperlukan diperlukan untuk terapi dan perawatan kanker mahal terlebih jika stadiun lanjut. Itu bisa menganggu keuangan keluarga dan belanja negara sektor kesehatan meningkat tajam," kata pemerhati masalah kanker dr Inez Nimpuno MPS MA, dalam seminar Millenials Goes Pink yang digelar Yayasan MGP Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (15/11).

Dokter Inez memaparkan, kejadian dan kematian akibat kanker terus meningkat tajam di dunia. Pasalnya, sekitar 70% pasien baru diketahui terserang kanker saat terdiagnosa pada stadium lanjut. Tingkat peluang kesembuhan pada stadium lanjut pun semakin kecil.

"Kanker ialah penyakit berbiaya mahal karena sekali terapi bisa memakan puluhan juta dan itu turut menyumbang defisit BPJS Kesehatan. Itu artinya turut membebani biaya negara," ucap dokter Inez.

Dia menambahkan sejumlah problem kerap dialami penderita kanker, yakni secara medis ada efek samping akibat terapi lalu secara psikososial bisa mengalami kecacatan dan peran individu dalam keluarga berubah tidak lagi produktif.

Meski begitu, dokter Inez menegaskan penderita kanker bukannya tanpa peluang untuk sembuh. Deteksi dini amat diperlukan untuk mencegah kanker berkembang menjadi stadium lanjut.

"Masyarakat harus well informed untuk bisa deteksi dini. Banyak cara sekarang untuk deteksi dini bisa melalui skrining, mammography, maupun dekteksi secara mandiri. Penguatan individu dan komunitas juga penting untuk pendampingan bagi yang terdiagnosa kanker," ujarnya.

Pembina Yayasan MGP Indonesia dr Arif Hamsah mengimbau masyarakat khususnya kaum perempuan muda perlu menyadari pentingnya memeriksakan diri ke dokter maupun secara mandiri.

Kaum muda juga perlu menyeleksi informasi kesehatan yang beredar khususnya di internet dan media sosial agar tidak mudah percaya informasi yang menyesatkan.

"Dilema kesehatan saat ini banyak sekali informasi tapi juga banyak misinformasi dan hoaks. Misalnya obat-obat alternatif untuk menyembuhkan kanker. Sebaiknya periksakan ke dokter," ucapnya. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya