Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
KUMPULAN murid empat sekolah di Jakarta, Sekolah Bina Bangsa PIK, Sekolah Mentari, Sekolah Nasional High, dan Kiddie Planet PIK, menyampaikan bantuan untuk Palu, Donggala, Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, melalui Media Group, Selasa (6/11).
Keempat sekolah tersebut mendonasikan perlengkapan belajar dengan rincian 1.580 tas, 750 alat sekolah, dan uang tunai sebesar Rp10 juta rupiah.
Kepala Yayasan Media Group Ali Sadikin mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh kumpulan murid dari empat sekolah di Jakarta. Ia mengatakan bantuan tersebut sangat sesuai dan sangat membantu dalam pengembangan sarana pendidikan di Palu-Donggala-Sigi, Sulawesi Tengah.
"Memang prioritas kami untuk korban bencana di Palu-Donggala adalah membangun sarana pendidikan dan hunian sementara," kata Ali, ketika menerima bantuan, di Lobby Grand Metro TV, Kedoya, Jakarta.
Untuk itu, Ali sangat berterima kasih bantuan tersebut dipercayakan kepada Yayasan Media Group untuk disalurkan kepada yang membutuhkan.
"Kreativitas anak-anak ini memberikan bantuan kepada anak-anak di Palu-Donggala sangat luar biasa. Jangan diliihat dari nilainya, tapi niat untuk membantu sesama," kata Ali.
Selanjutnya, menurut Ali, bantuan alat-alat sekolah itu segera dikirimkan ke warga terdampak bencana di Palu-Donggala yang membutuhkan.
Mira Sirait, Salah satu orang tua murid yang ikut mendampingi penyampaian donasi,mengatakan bantuan itu berawal dari antusiasme anak-anak untuk memberikan bantuan kepada korban gempa di Sulteng. Kemudian, pihak sekolah dan orang tua bekerja sama serta membuat program penggalangan dana dan alat-alat sekolah.
"Orang tua membantu untuk mengelola bantuan ini. Tapi ini datang dari mereka untuk berbagi dengan teman-temannya yang ada di sana," kata Mira.
Mira mengatakan, bentuk bantuan yang digalang oleh murid-murid ini sangat dekat dengan kehidupan mereka sebagai anak sekolah, yakni alat tulis, tas, krayon, buku gambar, dan kaos.
"Nah, menariknya di dalam bantuan buku tulis itu mereka menulis kata-kata yang ingin mereka sampaikan. Mereka bisa menularkan semangat dan motivasi untuk bisa bersekolah bersama-sama kembali," kata Mira.
Lebih lanjut, Mira mengatakan penyerahan donasi kepada Yayasan Media Grup sebagai penyalur merupakan yang pertama kali dilakukan oleh orang tua murid dan sekolah. "Ini pertama kali, tapi kami sudah pernah menjalin hubungan, ketika anak-anak melakukan kunjungan ke sini. Saya pikir Media Group bisa menyalurkan bantuan ini dengan tepat," kata Mira.
Kepala Sekolah Mentari, Nidhe Kanija, mengatakan para siswa bisa merasakan penderitaan anak-anak yang terdampak bencana gempa dan tsunami di Sulteng melalui media massa dan media sosial. Ia berharap bantuan itu juga bisa ikut memulihkan keadaan mereka.
"Ini merupakan aksi empati yang datang dari anak-anak kita. Mereka menyisihkan barang dan uang. Mereka juga menulis sendiri kata-kata motivasi di dalam buku tulis itu untuk teman-temannya di Palu-Donggala," tutur Nidhe. (A-2)
(A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved