Rabu 25 Juli 2018, 08:10 WIB

Terapi Laser Atasi Batu Saluran Kemih

Pro/H-2 | Humaniora
Terapi Laser Atasi Batu Saluran Kemih

THINKSTOCK

 

OPERASI pengangkatan batu menjadi terapi yang paling banyak dilakukan untuk mengatasi penyakit batu saluran kemih. Selain terapi itu, sebetulnya ada terapi yang bisa menghilangkan batu saluran kemih tanpa luka operasi yakni terapi laser holmium.

"Terapi ini intinya ialah melakukan pemecahan batu saluran kemih menggunakan cahaya yang diperkuat dengan stimulasi emisi radiasi yang memiliki daya hancur kuat. Ini dilakukan dengan metode endoskopi urologi," ujar Dokter Spesialis Urologi, Bethsaida Hospital, Dimas Nugroho, saat ditemui di rumah sakit tersebut di Tangerang, Senin (23/07).

Metode endoskopi urologi merupakan metode minimal invasif tanpa sayatan untuk melihat bagian dalam tubuh menggunakan alat dan kamera khusus. Dengan metode tersebut, terapi laser tidak akan meninggalkan luka bekas operasi.

"Terapi laser holmium juga mengurangi risiko terpentalnya batu ke ginjal pada kasus batu ureter, seperti yang sering terjadi bila menggunakan metode penghancur batu yang lama dengan pneumatic lithotriptor. Hampir semua jenis batu saluran kemih dapat dipecahkan dengan laser dan dengan bantuan alat flexible URS (ureterorenoscopy) batu yang letaknya sulit dijangkau di dalam ginjal pun dapat dihancurkan," terang Dimas.

Untuk dapat menjalani terapi laser, pasien harus melakukan pemeriksaan kondisi terkini terlebih dulu. Bila kondisinya masih bebas dari infeksi dan letak batu masih terjangkau alat endoskopi, terapi dapat langsung dilakukan. Metode ini juga dapat dilakukan pada kasus batu saluran kemih yang gagal diterapi dengan ESWL (exstra corporeal shockwave lithotripsy)

"Kalau infeksinya cukup berat sampai ginjalnya bernanah, harus dikeluarkan dulu nanahnya dengan pemasangan selang di ginjal. Sementara bila batunya cukup besar, tidak dapat dilakukan secara endoskopi urologi, maka diterapi dengan metode yang lain," jelas Dimas.

Dijelaskan Dimas, batu saluran kemih ialah penyakit yang muncul akibat endapan mineral dalam saluran kemih. Batu saluran kemih dapat berada di semua bagian saluran kemih baik di ginjal, ureter, kandung kemih, maupun uretra.

Keluhan atau gejala yang muncul ketika seseorang mengalami penyakit tersebut tergantung pada letak batunya. Bila batu ada pada saluran kemih bagian atas (ginjal dan ureter), gejalanya pegal dan nyeri di bagian pinggang belakang, baik kiri maupun kanan. Nyeri itu dapat menjalar ke perut dan lipat paha.

"Jadi jangan remehkan sakit pingang. Ketika mulai merasa suka sakit pinggang baiknya periksa. Lakukan cek urine atau USG," saran Dimas.

Apabila batu terletak pada saluran kemih bagian bawah (kandung kemih dan uretra), lanjutnya, nyeri lebih dirasakan pada saat berkemih atau gangguan pada aliran kencing. Pada keadaan yang berat seringkali timbul mual muntah, demam, kencing berdarah maupun kencing bernanah.

Bila tidak terdeteksi sejak dini dan tidak tertangani dengan baik, batu saluran kemih dapat menyebabkan infeksi pada saluran kemih dan ginjal. Bila itu terjadi, pasien berpotensi mengalami infeksi berat pada ginjal dan saluran kemih, gagal ginjal, bahkan beberapa kasus sampai menjadi kanker ginjal.

Baca Juga

Dok YKAN

Misi Lestarikan dan Edukasi Ekosistem Laut lewat Lari

👤Adriani Miming 🕔Kamis 29 September 2022, 15:50 WIB
Misi melestarikan alam utamanya ekosistem laut dan pesisir sejatinya diemban setiap insan Indonesia, yang bisa dilakukan...
Ist

Generasi Muda Diajak Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan

👤Eni Kartinah 🕔Kamis 29 September 2022, 15:49 WIB
Melalui Indonesia Millenial & Gen-Z Summit (IMGS) 2022 yang dihadiri lebih dari 6.000 pengunjung (offline), generasi milenial...
ANTARA/Jojon

Jokowi Berhasil Wujudkan Transparansi Informasi Lewat Transformasi Digital

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 15:46 WIB
Pemerintah Jokowi telah banyak membuka ruang-ruang informasi. Semua diberikan secara jelas dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya