Minggu 22 Maret 2015, 00:00 WIB

Cakar Elang, Perhiasan Pertama di Dunia

AFP/Haufan H Salengke/I-1 | Humaniora
Cakar Elang, Perhiasan Pertama di Dunia

AFP/STRINGER
Kurator Museum Sejarah Alam Kroasia, Davorka Radovcic, memperlihatkan delapan cakar elang ekor putih yang merupakan perhiasan pertama di dunia.

 

PADA akhir 2013, ketika meneliti delapan cakar elang berekor putih yang diambil dari situs arkeologi Neanderthal Krapina di Kroasia, kurator Museum Sejarah Alam Kroasia, Davorka Radovcic, bak mendapatkan pencerahan. "Saya melihat banyak garis goresan yang menghentak benak saya bahwa goresan-goresan itu dibuat dengan tangan manusia," kata Radovcic, Jumat (20/3).

Saat itu perempuan ilmuwan itu menginisiasi penelitian bersama dengan dua rekan Kroasianya, Ankica Oros Srsen dan Jakov Radovcic, serta antropolog Amerika Serikat, Profesor David Frayer dari Universitas Kansas.

Selama berbulan-bulan, keempat peneliti menganalisis pola goresan yang dibuat subspesies manusia Neanderthal (Homo sapiens neanderthalensis) pada cakar-cakar elang. Temuannya lantas dipublikasikan dalam jurnal daring Plos One awal Maret lalu, dengan kesimpulan bahwa Neanderthal membuat perhiasan paling awal di dunia, 130 ribu tahun silam. "Cakar-cakar elang ini merupakan perhiasan pertama di dunia," ungkap Radovcic.

Meskipun tim peneliti belum bisa menentukan nilai simbolis cakar-cakar itu bagi Neanderthal atau bagaimana mereka memakainya, sebagai kalung atau gelang, ada bukti aktivitas bahwa Neanderthal sengaja mengumpulkan cakar-cakar elang itu.

Dari temuan itu Radvocic juga memperkirakan kaum Neanderthal memuja elang. "Perhiasan-perhiasan cakar elang ini seperti pesan. Kami belum tahu maknanya. Mungkin mereka hendak memberi sentuhan karakteristik elang pada diri mereka sesuai hewan yang mereka puja," terang dia.

Situs Neanderthal Krapina yang berjarak sekitar 50 km arah utara Zagreb, ibu kota Republik Kroasia, merupakan lokasi fosil Neanderthal terkaya. Di sana ditemukan 80 fosil individu, juga delapan cakar elang bergoresan tadi. Fosil-fosil itu sesungguhnya ditemukan palaeontolog Kroasia, Dragutin Gorjanovic-Kramberger pada 1899. Namun, kesimpulan bahwa cakar-cakar elang itu digunakan sebagai perhiasan baru disingkap kini. Itu berarti Radovcic berhasil menyingkap temuan yang selama 115 tahun luput dari penelitian.

Sebelum ini, perhiasan hanya dikenal dalam kehidupan manusia modern, sekitar 110 ribu tahun silam. Itu pun berupa manik-manik dari kulit kerang. Lewat penelitian Radvocic dan timnya terungkap pula bahwa Neanderthal memiliki kemampuan kognitif. Padahal, sebelumnya Neanderthal dikenal sebagai subspesies yang ceroboh dan bodoh, juga brutal.

Neanderthal hidup selama 250 ribu tahun di sebagian Eropa, Asia Tengah, dan Timur Tengah. Mereka punah 40 ribu tahun silam, tetapi penyebabnya masih diperdebatkan. Sejumlah teori menyebut Neanderthal musnah akibat musim dingin ekstrem. Ada pula yang menyebut mereka punah gara-gara kalah cerdas dari Homo sapiens, yakni spesies manusia modern yang datang ke area hunian Neanderthal, yaitu wilayah Afrika kini.

Baca Juga

Dok. Perpusnas

Literasi Jadi Kunci Penting Indonesia Maju 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Desember 2021, 22:32 WIB
Literasi berbasis inklusi sosial menjadi kunci penting, karena melalui Perpusnas, perpustakaan di Indonesia kini tak lagi hanya sekedar...
Ist

Modifikasi Gaya Hidup Efektif Cegah Diabetes

👤Eni Kartinah 🕔Selasa 07 Desember 2021, 22:05 WIB
Sebagaimana penyakit lainnya, langkah terbaik yang perlu kita lakukan ialah mencegah diabetes sedari...
Antara/Zabur Karuru

Operasi Pencarian Korban Hilang Akibat Erupsi Semeru Ditargetkan Selesai Sepekan 

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 07 Desember 2021, 21:41 WIB
"Pencarian pagi hingga sore dengan memperhatikan cuaca di Lumajang. Hampir setiap hari, setiap sore rata-rata turun hujan. Upaya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya