Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Kolaborasi, Kunci Keberhasilan Pendidikan Indonesia

Thomas Harming Suwarta
02/5/2018 16:43
Kolaborasi, Kunci Keberhasilan Pendidikan Indonesia
(MI/PIUS ERLANGGA)

Kolaborasi merupakan kunci dalam upaya meningkatkan pendidikan Indonesia menjadi lebih baik. Inisiator Jaringan Semua Murid Semua Guru Najelaa Shihab mengatakan, pelibatan banyak pihak dalam dunia pendidikan yang selama ini sering terabaikan harus menjadi perhatian bersama.

"Kita tidak bisa lagi terus menyalahkan pihak mana pihak mana, tetapi ayo kita bangun gerakan positif bersama karena prinsipnya kita semua adalah murid, kita semua adalah juga guru. Ini esensi kolaborasi yang selama ini sering kita abaikan dalam meningkatkan pendidikan kita," jelasnya saat gelaran pesta pendidikan 2018 bertajuk "Rayakan Pelibatan Publik Secara Nyata" di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu (2/5).

Memasuki era baru saat ini dengan persaingan makin tinggi kata dia, kolaborasi menjadi amat penting. "Siapa pun anda, dari profesi apa pun ayo kita sama-sama berkontribusi. Pemerintah tentu tidak bisa sendiri, butuh lebih banyak lagi tangan yang siap menjadi guru pun siap menjadi murid," tegasnya.

Dengan gerakan Semua Murid Semua Guru (SMSG) kata dia maka secara tidak langsung kita sedang mengupayakan komunitas masyarakat yang berdaya. "Kami mau bilang, kita semua adalah aktor-aktor pendidikan. Maka kita mendorong kolaborasi ini makin mantap dan kuat," ungkap Najeela.

Koordinator Komunitas Cinta Anak Nusantara (KCAN) Setiana Widjaja menambahkan, dunia pendidikan harus lebih ramah pada anak-anak, terutama menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman dan aman.

"Dari berbagai soal yang selama ini muncul sekolah masih menjadi tempat yang tampaknya tidak selalu aman, entah karena kekerasan baik fisik maupun psikis maupun praktek-praktek negatif lainnya," ujar Setiana.

Dia berharap pekerjaan rumah di sektor pendidikan menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, bukan hanya pemerintah.

"Kita sepakat adanya kolaborasi dan memang harus demikian. Mengurus pendidikan bukan soal sederhana tetapi sesuatu yang sangat kompleks dan karena itu butuh keterlibatan banyak pihak," jelas Setiana.

Persoalan akses, pemerataan pendidikan, dan kualitas, menurut dia, perlu dijawab dengan tindakan nyata baik pendekatan melalui komunitas, di dalam keluarga, bahkan sampai di tingkat kebijakan pada level pemrintah.

"Ketika semua level bergerak maka kami yakin persoalan pendidikan kita akan pelan-pelan kita atasi dan saat bersamaan kualitasnya pun meningkat dan Dari sana pula kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara kita makin maju," pungkas Setiana yang adalah juga praktisi pendidikan anak tersebut. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya