Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Sinar Mas Dorong Pemerataan lewat Kemitraan Ekonomi Umat

Micom
22/12/2017 15:59
Sinar Mas Dorong Pemerataan lewat Kemitraan Ekonomi Umat
(DOK SINARMAS)

SINERGI lintas pihak menjadi kata kunci dalam menggerakkan amanat Kongres Ekonomi Umat yang berupaya mendorong tercapainya pemerataan ekonomi sekaligus mengurangi kesenjangan sosial di Indonesia.

Hal itu disampaikan Managing Director Sinar Mas Saleh Husin saat sosialisasi program 'Kemitraan Ekonomi Umat sebagai Wujud Realisasi Pemberdayaan UMKM dalam Rangka Arus Baru Ekonomi Indonesia' yang digelar Kementerian Koordinator Perekonomian, Kamis (21/12).

"Selain menyerap hal baru seputar peran sektor privat mendorong ekonomi kerakyatan, Sinar Mas juga berkesempatan membagi pengalaman melalui sejumlah program yang sudah lebih dulu berjalan. Ini dilatarbelakangi aktivitas sejumlah pilar usaha kami di pelosok Nusantara yang berhasil memunculkan pusat pertumbuhan ekonomi baru," kata mantan Menteri Perindustrian itu.

Pilar bisnis Sinar Mas yang terlibat antara lain Asia Pulp & Paper Sinar Mas, Asuransi Sinar Mas dan Berau Coal. APP Sinar Mas misalnya, kata Saleh, pada 2015 meluncurkan program Desa Makmur Peduli Api.

"Itu berawal dari mitigasi kebakaran serta perambahan hutan dan lahan di sekitar konsesi perusahaan. Dalam perkembangannya, peranan DMPA semakin menyeluruh melalui penguatan kemandirian sosial dan ekonomi warga pedesaan melalui wanatani ramah lingkungan, termasuk pengentasan sengketa tenurial di wilayah tersebut," ujarnya.

Pada tahun ini Program DMPA telah menyalurkan nilai bantuan Rp28,07 miliar untuk 160 desa di Sumatra dan Kalimantan. Bekerja sama dengan 160 mitra, 126 kelompok tani, 28 BUMDes dan 6 koperasi, serta membina 572 kelompok. Selain itu mengolah 590 hektare sawah, 689 hektare tanaman holtikultura dan 192 hektare kebun buah.

Melalui kerja sama serta dukungan lintas pihak, program DMPA berpotensi untuk dipertajam menjadi wahana pelaksanaan sejumlah program pemerintah.

"Misalnya Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan Program Unggulan Kawasan Pedesaan, kemudian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memiliki program Perhutanan Sosial, sementara Kementerian Agraria dan Tata Ruang tengah menjalankan program Reforma Agraria. DMPA memiliki unsur-unsur yang ada dalam program pemerintah tadi," terang Saleh.

Selain itu, Asuransi Sinar Mas tahun 2016 menginisiasi Rumah Kreatif Asuransi Sinar Mas di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara sebagai wahana pendidikan alternatif dan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas, guna membangun masyarakat yang cerdas, kreatif, mandiri sekaligus sejahtera. Keberadaannya diharapkan dapat pula mendukung pengembangan Danau Toba sebagai destinasi wisata dunia.

Dari sana, para perajin setempat, kini mampu menghasilkan tenun ikat khas Humbang Hasundutan menggunakan bahan pewarna organik yang limbahnya dapat di daur ulang sehingga mereka mendapatkan nilai tambah dari produk yang selama ini mereka hasilkan, yakni tekstil tradisional yang ramah lingkungan.

Terdapat pula pelatihan inovasi, diversifikasi dan pengemasan produk untuk para petani dan pengusaha kopi di wilayah yang sama. Mereka mendapatkan pemahaman dan ketrampilan dalam meningkatkan nilai tambah kopi Sigarar Utang atau lebih dikenal sebagai kopi Lintong, khas Humbang Hasundutan.

"Hasilnya adalah kemasan yang lebih baik dan higienis, serta rasa dan aroma kopi yang semakin bervariasi," ujar Saleh memberi contoh.

Pihaknya optimistis, beberapa program tadi dapat dipertajam dan diperluas jangkauannya, termasuk menggandeng khalayak sasaran utama inisiatif Kemitraan Ekonomi Umat. (RO/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya