Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Potensi Wakaf Indonesia Rp100 Triliun per Tahun

Antara
18/12/2017 10:25
Potensi Wakaf Indonesia Rp100 Triliun per Tahun
(ANTARA/APRILLIO AKBAR)

POTENSI wakaf uang di Indonesia mencapai Rp100 triliun per tahun dengan asumsi 100 juta umat Islam dari kalangan mampu memberikan Rp10 ribu per bulan. Demikian pernyataan Direktur Utama Organisasi Kemanusiaan Dompet Dhuafa, Imam Rulyawan kepada Antara di Jakarta, Minggu (17/12).

"Bila satu juta orang saja yang berwakaf uang Rp10 ribu per bulan, maka dalam satu bulan akan terkumpul Rp10 miliar sehingga setahun bisa terkumpul Rp120 miliar," ujar Imam.

Pada Jumat (15/12) Dompet Dhuafa bersama Badan Wakaf Indonesia meluncurkan Program Satu Juta Wakif guna menyediakan sumber pembayaran alternatif dalam rangka mendukung perekonomian Indonesia.

Wakaf merupakan salah satu ibadah dalam Islam dalam bentuk memberikan harta benda kepada orang-orang tak mampu. Secara istilah, wakaf adalah menahan barang yang dimiliki tetapi menyerahkan manfaat benda tersebut untuk kepentingan orang lain. Sedangkan wakif adalah pihak yang memberikan harta wakaf tersebut.

Menurut Imam, Gerakan Satu Juta Wakif bertujuan mewujudkan pengelolaan wakaf dalam bentuk pembangunan sarana umum seperti rumah sakit dan sekolah.

"Bahkan dana wakaf bisa dikelola untuk sarana produktif yang dapat membantu ekonomi masyarakat seperti membangun hotel, pasar, lahan pertanian, ruko, dan lainnya dalam rangka menyejahterakan masyarakat," ujar dia.

Dia menambahkan bahwa program wakaf dalam bentuk uang tersebut diawali dengan menggerakkan satu juta wakif. "Potensi wakaf uang di Indonesia sangat besar, apalagi jumlah masyarakat kalangan menengah semakin bertambah," kata Imam.

Badan Wakaf Indonesia mencatat ada 450 ribu titik lahan wakaf di seluruh Tanah Air. Program Satu Juta Wakif tersebut didukung pula oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya