Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Partisipasi Masyarakat Terus Meningkat

Ardi Teristi Hardi
10/12/2017 12:15
Partisipasi Masyarakat Terus Meningkat
(DOK. SETPRES)

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyatakan pihaknya akan terus memotivasi dan memberikan kesadaran kepada masyarakat terhadap pentingnya penanaman pohon demi kelestarian lingkungan di masa depan. Sebabnya, berdasarkan prediksi, pada 2020, Pulau Jawa dan Bali akan mengalami defi sit air. Oleh sebab itu, penanaman pohon sangat penting untuk menyimpan cadangan air.

Beberapa jenis pohon yang mempunyai kemampuan menyimpan air ialah beringin, aren, randu, bambu, trembesi, gayam, dan kluwak. Siti juga mengungkapkan dari tahun ke tahun gerakan masyarakat menanam pohon terus meningkat. Kita bersyukur dukungan dan partisipasi masyarakat begitu tinggi. Termasuk kegiatan ini muncul dari usulan masyarakat," katanya pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Pohon (BMN) 2017 di Karangasem, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kemarin.

Pada peringatan bertemakan Kerja bersama: memakmurkan rakyat, lestarikan alam, Presiden Joko Widodo ikut hadir dan menanam pohon jati bersama sejumlah pejabat, di antaranya Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan Bupati Gunung Kidul Badingah.

Sekitar 3.000 petani dilibatkan untuk menanam 45 ribu bibit pohon di area seluas 15 hektare di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul. Bibit-bibit pohon ditanam di lima bukit yang ada di desa tersebut. Pemerintah, katanya, terutama Kementerian LKH akan terus bekerja sama dan mendorong berbagai pihak untuk ikut dalam gerakan menanam tersebut.

"Kita dorong kerja sama dengan Kemendikbud dan Kemenag serta dekan-dekan fakultas kehutanan di seluruh Indonesia," tambah dia. Dia juga menilai dukungan dari aktivis dan penggiat gerakan masyarakat lewat berbagai gerakan adopsi pohon menunjukkan munculnya hal-hal yang positif di tengah masyarakat.

"Kalau melihat aktivis bergerak, akademisi bergerak, itu halhal yang cukup positif yang pemerintah akan terus dorong. Sekarang saya tinggal melihat dan harus mengatur sebaik-baiknya kombinasi peran-peran ini," tambah dia.

Cegah bencana

Pada kesempatan tersebut, Menteri LHK menjelaskan, pohon-pohon yang ditanam bisa mencegah terjadinya bencana alam. "Kami juga meminta kepada semua pihak untuk menjaga lahanlahan yang berfungsi lindung, seperti hutan lindung, sempadan sungai, sempadan danau, daerah sekitar mata air, daerah resapan air, daerah rawan bencana, lahan yang mempunyai kelerengan di atas 40%, dan kawasan pantai berhutan bakau," ujar Siti Ia mengungkapkan dipilihnya Gunung Kidul sebagai lokasi peringatan HMPI dan BMN 2017 disebabkan lahan kritis perlu penghijauan.

"Lokasi ini dipilih karena lahan kritis, kering, dan berbatu kapur serta ada habitat kera ekor panjang.

" Inisiatif untuk menghijaukan lahan kritis tersebut muncul dari masyarakat. Seperti tahun sebelumnya, Kementerian LHK memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah maupun tokoh masyarakat, kelompok tani, dan pelaku usaha yang dinilai berhasil melakukan penanaman dan pemeliharaan pohon. Siti berharap para kepala daerah bisa mengajak masyarakat untuk mendukung program penanaman pohon. Untuk itu, tambahnya, Kementerian LHK siap mendukung kebutuhan bibit yang dapat diperoleh secara gratis. Selain itu, ia meminta BUMN, BUMD, dan BUMS untuk dapat ikut terlibat secara nyata dan mandiri dalam mendukung program penanaman ini. (Ant/S-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya