Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Gerakan Penanaman Pohon tak sekadar Formalitas

10/12/2017 07:45
Gerakan Penanaman Pohon tak sekadar Formalitas
(BIRO PERS/SETPRES)

Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat tidak hanya menanam bibit pohon, tapi juga tekun memelihara pohon itu hingga pohon besar. Presiden menyampaikan hal tersebut dalam acara peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) Tahun 2017 di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, kemarin.

Hadir dalam acara tersebut Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar, sejumlah menteri, dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X.

"Anggaran di Kementerian Kehutanan ini gede, bertahun-tahun anggaran habis kalau saya tanya pohonnya ada di mana? Mana yang sudah hijau? Ada yang berani menunjukkan kepada saya?" tanya Presiden dari panggung.

Ia mengatakan bahwa setiap tahun terjadi penanaman bibit, tapi tidak diikuti sampai pohon itu besar. "Tanaman itu paling jadi makanan kambing, paling mati karena tidak ada airnya, jadi mestinya kalau anggaran keluar sekarang tanamnya tahun depan saat sudah gede dan diikuti biaya pemeliharaan dan dirawat. Kesalahan-kesalahan seperti ini harus diganti semuanya dengan hal-hal lebih nyata, lebih konkret," ucap Presiden.

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengatakan penanaman pohon sejak 2014 hingga 2016 terealisasi pada lahan seluas 4,20 juta hektare. "Kegiatan realisasi sejak 2014-2016 pada lahan 4,20 juta hektare sehingga 24 juta hektare lahan kritis akan berkurang."Dia menambahkan penanaman pohon merupakan modal sosial. "Menurut saya ini merupakan modal sosial yang harus terus kita dorong dan juga oleh sesama masyarakat, aktivis, akademisi, begitu juga dunia usaha ikut mendukung. (AU/Ant/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya