Senin 24 Januari 2022, 10:15 WIB

Asmara Abigail Menginisiasi Kampanye Konservasi Penyu di Bali

Mediaindonesia.com | Hiburan
Asmara Abigail Menginisiasi Kampanye Konservasi Penyu di Bali

Instagram Asmara Abigail
Asmara Abigail

 

BINTANG film Perempuan Tanah Jahanam dan Pengabdi Setah, Asmara Abigail kini tengah menggelar kampanye bersama dengan BenihBaik.com. Dia mengajak TemanBaik untuk bersama-sama peduli konservasi penyu di Pulau Serangan. Pulau ini berada di wilayah Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Indonesia, tepatnya di selatan Pantai Sanur.

Pulau ini juga terkenal sebagai pusat konservasi kura-kura dan penyu. Pulau Serangan kini difokuskan untuk konservasi dan bukan untuk tujuan komersialisasi penyu dan kura-kura. Di sini juga banyak kegiatan konservasi yang dilakukan seperti merelokasi telur penyu di pantai dan dibawa ke tempat penangkaran untuk ditetaskan, kemudian setelah menetas, penyu yang berupa tukik ini akan dikembalikan ke habitatnya.

Penyu merupakan binatang yang sudah ada sejak jutaan tahun lalu. Kemampuan adaptasinya yang tinggi membuat penyu bisa bertahan hingga saat ini walaupun penyu sudah dikatakan sebagai hewan langka dan dilindungi. Di dunia ada tujuh jenis penyu yang masih hidup, enam di antaranya ada di Indonesia dan dilindungi di Turtle Conservation and Education Center (TCEC). Turtle Education and Conservation Center (TCEC) berada di Jalan Tukad Wisata No. 4, Kelurahan Serangan, Denpasar.

TCEC merupakan wahana konservasi yang diprakarsai oleh sejumlah tokoh pelestarian lingkungan di Bali, WWF, dan Pemerintah Provinsi Bali. Pilot project tempat ini dimulai pada tahun 1982, atas prakarsa antara lain Menteri Riset dan Teknologi ketika itu, B.J. Habibie.

Sayangnya, sejak beroperasi 17 tahun lalu TCEC menghadapi krisis finansial. Krisis terbesar sejak pandemi Covid 19. Organisasi nirlaba ini berharap besar dari orang-orang yang memiliki kepedulian untuk membantu melalui sumbangan, sebab sumbangan tersebut sangat berarti karena pandemi ini.

Asmara Abigail ingin terlibat dalam upaya kebaikan ini karena sejak dua tahun organisasi nirlaba tersebut berusaha untuk menekan biaya tanpa harus mengurangi standar perawatan tiga jenis penyu yang ada di penangkaran.

Biaya terbesar dari TCEC adalah biaya pakan penyu. Sebelumnya TCEC masih bisa mengatasi tanggungan pakan ikan dan rumput laut yang mana merupakan pakan yang baik untuk reptil tersebut, pada saat itu komunitas bisa fokus dalam kegiatan penting mengedukasi dan melatih masyarakat umum.

Baca Juga

Ist

Kolaborasi Dua Generasi Winky Wirawan Rilis Lagu Sassy

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 13:47 WIB
Tidak ada nama lain selain Sara Fajira yang lantas terpikirkan untuk menjadi pilihan mereka, untuk mengisi vokal di karya baru Osvaldo dan...
Ist

Verindra Good Gangster Digandeng Drg Linda Sutarjo Rilis Lagu Perdana

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 13:20 WIB
Mengawali kiprahnya di musik Indonesia, Linda Sutarjo merilis single perdananya bertajuk "Ampuni Aku...
abc7news.com

Jimmy Kimmel Kembali Positif Covid-19 Usai Beberapa Hari Sembuh

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 10:19 WIB
Pembawa acara Jimmy Kimmel kembali dinyatakan positif Covid-19, tak lama setelah pulih dari diagnosis pada awal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya