Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

TOTO Tutup Java Jazz Festival 2019

Fathurrozak
03/3/2019 20:46
TOTO Tutup Java Jazz Festival 2019
(dok. MI)

SETELAH memberikan panggung spesial untuk peraih Grammy H.E.R. dan penyanyi pendatang baru Raveena, giliran TOTO jadi penampil di special show Java Jazz Festival 2019, sekaligus menutup helatan selama tiga hari.

TOTO menjadi satu di antara tiga musisi yang tampil dalam sesi special show Java Jazz Festival tahun ini. Grup band yang telah berkiprah selama hampir 39 tahun ini menjadi salah satu magnet para pengunjung festival jazz yang kini merayakan 15 tahun penyelenggaraannya.

Meski hujan deras sempat mengguyur arena JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, hingga pukul 18:55 WIB, para pengunjung tetap ramai memadati hari terakhir.

Panggung-panggung di arena luar hall pun kembali bergemuruh. Mengusung tema Music Unites Us, Java Jazz menghadirkan beragam kolaborasi para musisi lintas generasi, seperti gitaris jazz Tohpati yang tampil bersama Sheila Majid, penyanyi berdarah Malaysia-Jawa yang mulai tenar pada era 80-an. Para pengisi seperti Maliq and D'essentials yang punya basis massa besar, Kahitna, dan Delia Septianti, yang tenar bersama Ecoutez pun turut meramaikan hari terakhir.

Selain Tohpati dan Sheila, kolaborasi lintas generasi juga dilakukan Harvey Malaihollo & The Millenials Motown. Awalnya, Harvey juga mengajak keponakannya Mikha Tambayong dalam proyek ini, namun sore menjelang manggung di Java Jazz, ibunya meninggal, akibat sakit.

Baca juga : Addie MS dan H.E.R Meriahkan Hari Pertama BNI Java Jazz Festival

Harvey pun tetap melanjutkan bersama dua penyanyi muda yang ia temukan lewat media berbagi video,Youtube, Utari Keisha dan Shiren. Lagu-lagu yang dibawakan ialah lagu era Motown, merujuk pada era musisi Stevie Wonder, Diana Rose.

Bagi Harvey, dalam bermusik tidak ada yang harus dikotakkan. Berkesenian menurutnya tidak memiliki batas.

"Meskipun harus saya akui, lagu-lagu yang kita mainkan merupakan lagu pada era orangtua mereka, tetapi tetap tidak hilangkan sentuhan milenial, aransemennya kekinian," katanya sebelum manggung, Minggu, (3/3).

Ia juga berpesan musisi muda harus menghadapi kenyataan dengan makin luasnya medium berkarya, sehingga perlu bekerja lebih keras dan memiliki karakrer tersendiri.

"Berani berkarya, yang pasti menurut saya, berkarya dengan kejujuran dan tidak plagiat," imbuhnya.

Terkahir, penyanyi senior ini mengapresiasi gelaran Java Jazz yang mampu berbicara di kancah internasional.

"Berhadap lebih baik lagi, dan saya akan menanti 15 tahun lagi. Sebagai orang Indonesia saya bangga punya Java Jazz Festival, karena ini salah satu festival terbaik di dunia." tandasnya.. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya