Minggu 18 Desember 2016, 07:35 WIB

Karena Peduli Berarti Bergerak

Panca Syurkani | Foto
Karena Peduli Berarti Bergerak

MI/Panca Syurkani

 

BAGI Rifan Wahyu, bergegas menuju tempat kejadian penting bukanlah hal baru. Sebagai seorang reporter, itu bagian tugasnya.

Namun, saat gempa mengguncang Aceh pada 7 Desember lalu, Rifan bukan sekadar bergegas mencari berita. Bersama beberapa rekan jurnalis lainnya, ia datang dengan menenteng bantuan sandang dan selimut.

“Kami tidak ingin hanya menempatkan diri sebagai jurnalis yang meliput bencana ini. Kita yang terjun langsung dan tahu keadaan dan kebutuhan para korban,” ujar Ketua Ikatan Jurnalis Lintas Media (IJLM) yang juga reporter di Radio Elshinta itu. Bantuan bukan hanya digalang dari komunitas jurnalis, melainkan juga masyarakat luas lewat situs Kitabisa.com.

Bergerak nyata juga menjadi prinsip banyak orang lainnya. Tidak peduli latar belakang dan profesi, mereka berusaha menjadi tuas yang membangkitkan daya para korban.

Bahkan mereka yang belia dan tanpa keterikatan Tanah Air pun tidak ketinggalan bergerak. Gambaran itulah yang ada pada Al-Ammal A Suhaili, siswa asal Mindanao, Filipina Selatan. Al-Ammal yang merupakan siswa beasiswa di Sekolah Sukma Bangsa Pidie memilih meninggalkan sejenak asramanya yang nyaman untuk menjadi relawan melakukan trauma healing bagi anak-anak korban gempa. Meski hanya bisa berbagi keceriaan, ia berharap ada sedikit duka terobati.

Dua relawan dari Yayasan Media Group Ali Sadikin dan Sugiarto juga langsung bergerak menyalurkan bantuan ke lokasi-lokasi bencana yang belum mendapatkan bantuan. Selain posko-posko bencana, sekolah merupakan prioritas Media Group dalam penyaluran bantuan yang digalang dari masyarakat melalui Dompet Kemanusiaan Media Group. Miliaran rupiah dipercayakan masyarakat kepada Media Group untuk disalurkan kepada para korban.

Dengan kepedulian segenap bangsa itulah, upaya penanggulangan dan pemulihan yang dilakukan di lapang­an akan berlangsung lebih cepat. Hal itulah seperti yang dilakukan Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Dinas Kesehatan Pidie Jaya, Eddy Azwar.

Eddy, yang juga menjadi korban gempa, dengan segera bangkit dan berinisiatifnya membuat posko informasi untuk mendata korban meninggal dan luka-luka akibat gempa. Ia juga mendirikan posko kesehatan hingga menjadikannya dipercaya sebagai Koordinator Klaster Kesehatan bencana gempa Pidie Jaya oleh Kementerian Kesehatan.

Kerja Eddy ialah bentuk tanggung jawab dan juga pembuktian akan semangat besar warga Aceh untuk selalu bangkit. Karena itu, tinggal kita menjadi tangan yang menyambut semangat itu. (M-3)

Baca Juga

MI/Agus Mulyawan

Dalam Keikhlasan dan Kekhusyukan

👤Agus Mulyawan 🕔Minggu 22 Juli 2018, 00:00 WIB
SEPERTI tangan-tangan yang menggapai di pintu Kabah, begitulah perasaan jiwa ketika akhirnya bisa menatap Baitullah di akhir Juni lalu....
 MI/PANCA SYURKANI

Rusia yang Bersatu

👤FOTO DAN TEKS: MI/PANCA SYURKANI 🕔Minggu 13 Mei 2018, 01:05 WIB
JUTAAN warga mengular sepanjang 6 kilometer, melangkah perlahan menuju Lapangan Merah,...
MI/Tiyok

Dari Kos-kosan Menuju Pesantren

👤MI/Tiyok 🕔Sabtu 05 Mei 2018, 00:05 WIB
TERPIDANA kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-E), Setya Novanto alias Setnov, mulai Jumat (4/5) menjalani hukumannya di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya