Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Waspadai Tekanan Ekonomi Global 2016

Arv/X-10
27/11/2015 00:00
Waspadai Tekanan Ekonomi Global 2016
Enny Sri Hartati, Direktur Eksekutif Indef(MI/M IRFAN)

TEKANAN ekonomi global masih akan membayangi. Pemerintah diminta mengantisipasi dengan memberi perhatian serius pada persoalan-persoalan krusial jika ingin perekonomian Indonesia kembali sehat.

Hasil kajian Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyebut persoalan krusial itu terkait potensi ketidakpastian ekonomi global, terutama terkait The Fed dan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang diprediksi masih akan melambat pada tahun depan.

Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati memperkirakan dampak dari faktor eksternal itu akan menekan nilai tukar rupiah. Ia memperkirakan kurs rupiah di tahun depan akan bergerak di level 14.000 per US$.

"Ditambah lagi suku bunga kredit yang masih cukup tinggi di Indonesia memicu meningkatnya utang luar negeri yang berbunga relatif lebih rendah. Akibatnya, tekanan terhadap rupiah semakin susah diminimalkan," kata Enny saat menyampaikan outlook ekonomi 2016 di Jakarta, kemarin.

Melemahnya ekonomi Tiongkok, lanjutnya, akan sangat berpengaruh harga komoditas sehingga perlu adanya reorientasi pasar ekspor Indonesia.

Persoalan berikutnya, masih adanya kemungkinan terjadi lonjakan harga pangan dan stabilitas perekonomian yang semu, seperti penurunan angka inflasi (deflasi) dua bulan terakhir.

Menurut Enny, deflasi itu sebenarnya menunjukkan daya beli masyarakat sedang rendah. Pemerintah juga perlu memerhatikan target pajak yang besar dan potensi menciptakan shortfall yang juga besar.

"Berikutnya, yang tidak kalah penting, yaitu tentang efektivitas paket-paket kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah karena sampai sekarang report, follow up, dan progresnya masih belum terlihat jelas," terangnya.

Hal lain yang menjadi persoalan ialah rendahnya daya beli masyarakat, menurunnya produktivitas nasional, potensi meningkatnya angka pengangguran, kemiskinan, dan kesenjangan, ketergantungan ekspor komoditas, tantangan MEA, dan tantangan liberalisasi ekonomi.

Saat menanggapi kajian ini, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara setuju Indonesia harus memperbaiki struktur perekonomiannya dan beralih dari komoditas.

Ia juga optimistis ada perbaikan ekonomi di tahun depan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya