Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo mengalami kelangkaan pasokan bahan bakar minyak (BBM). Menanggapi hal ini, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengimbau masyarakat untuk membeli BBM di SPBU PT Pertamina (Persero) yang stoknya lebih terjamin.
“Untuk perusahaan non-Pertamina sudah ditambah 10%. Jika masih ada kekurangan, masyarakat bisa membeli langsung di SPBU Pertamina terdekat,” jelas Djoko di Jakarta, Kamis (28/8).
Hal senada disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Migas Kementerian ESDM Tri Winarno. Menurutnya, tambahan pasokan 10% ke SPBU non-Pertamina sudah dilakukan, namun apabila terjadi kekurangan, Pertamina siap menyalurkan suplai.
"Sudah ada tambahan 10%. Apabila terjadi kekurangan, silakan ambil dari Pertamina," jelasnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung menanggapi isu kelangkaan bensin Shell, BP dan Vivo. Menurutnya, kondisi tersebut dipicu adanya kelebihan penggunaan kuota pada Februari lalu yang menyebabkan lonjakan konsumsi cukup tinggi. Hal ini membuat pasokan di lapangan menjadi tidak seimbang dengan kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi lintas kementerian, untuk memastikan kebutuhan energi, khususnya BBM. "Hal ini agar BBM tetap terpenuhi di seluruh wilayah," katanya di Jakarta kemarin, Rabu (27/8).
Terkait adanya isu pembatasan izin impor BBM yang diduga menjadi penyebab kelangkaan, Yuliot membantah hal tersebut. Ia menekankan bukan izin impor yang menjadi masalah, sebab izin sudah diberikan sesuai mekanisme yang berlaku.
"Ini bukan soal izin impor," pungkasnya.
Terpisah, President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian menyampaikan sejumlah produk BBM Shell di Tanah Air, yakni Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ tidak tersedia di SPBU.
"Saat ini beberapa produk bahan bakar dari Shell Indonesia belum tersedia di sejumlah SPBU untuk sementara waktu, hingga batas yang belum dapat dipastikan," ujarnya dalam keterangan resmi.
Meski demikian, SPBU Shell tetap melayani pelanggan melalui ketersediaan Shell V-Power Diesel, serta berbagai layanan lain, seperti Shell Select, Shell Recharge, bengkel, dan pelumas Shell. (Ins)
Pertamina akan bekerja keras untuk bisa mengembalikan kepercayaan konsumen karena adanya kasus tata kelola hukum di Pertamina.
Bahlil Lahadalia meminta PT Pertamina untuk memperbaiki kualitas pelayanan agar kompetitif dengan SPBU swasta.
PERUBAHAN regulasi periode izin impor dari setahun sekali menjadi per 6 bulan dinilai sebagai biang kelangkaan BBM di SPBU swasta.
Sejumlah badan usaha penyedia bahan bakar minyak (BBM), baik BUMN maupun swasta, resmi menurunkan harga beberapa jenis BBM per 1 Januari 2026.
PT Shell Indonesia akhirnya mencapai kesepakatan dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk membeli 100 ribu barel bahan bakar minyak (BBM)
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) BP-AKR dan Vivo telah kembali menyediakan stok Bahan Bakar Minyak (BBM), utamanya untuk BBM dengan Ron 92.
Sejumlah perusahaan penyedia bahan bakar minyak (BBM) melakukan penyesuaian harga per 1 November 2025. Shell Indonesia menurunkan harga beberapa produknya di seluruh SPBU Shell.
Bahlil Lahadalia meminta PT Pertamina untuk memperbaiki kualitas pelayanan agar kompetitif dengan SPBU swasta.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan perusahaan energi swasta, seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo, telah sepakat membeli bahan bakar dasar (base fuel) dari Pertamina
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved