Senin 12 September 2022, 14:11 WIB

Perlu Alternatif Pemasok Sapi Bakalan untuk Jaga Kestabilan Harga

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Perlu Alternatif Pemasok Sapi Bakalan untuk Jaga Kestabilan Harga

Antara/Moch Asim.
Pekerja menyiram sapi saat cuaca terik di kandang Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya, Jawa Timur.

 

PETERNAK berharap terdapat pintu alternatif pemasok sapi bakalan dengan tujuan menjaga kestabilan mekanisme harga. Selama ini pasokan sapi bakalan Indonesia berasal dari Australia.

Ketua Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) Didiek Purwanto mengatakan, saat ini harga sapi bakalan asal Australia terus meningkat. Kenaikan harga itu cukup membebani para pengusaha ternak dalam memutar roda bisnis.

"Harus ada alternatif suplai sapi bakalan dari negara lain. Australia dengan kondisi populasi (sapi) yang sekitar 27,6 juta, kami lihat 53% ke Indonesia, ternyata mereka bisa mempermainkan harga," kata Didiek belum lama ini. 

Hal senada disampaikan Corporate Affairs Director PT Great Giant Pineapple Welly Soegiono. PT Great Giant Pineapple, kata Welly, telah mengembangkan budi daya sapi. Menerapkan bisnis berbasis ekonomi sirkular, pihaknya memanfaatkan limbah nanas untuk pakan sapi. 

Menurut Welly, dengan kehadiran alternatif pemasok sapi bakalan dari negara selain Australia membuka peluang produktivitas sapi secara nasional akan meningkat. Nanti, kata dia, ini mampu mengimbangi kebutuhan dalam negeri yang terus naik. "Kita harus bisa menimbang harga sehingga tidak terkonsentrasi pada satu supplier," kata Welly.

Berdasarkan data Gapuspindo, harga impor sapi bakalan jantan dari Australia pada November 2021 sebesar US$3,65 per kilogram (CIF) atau setara Rp56.574 per kilogram (landed kandang). Lalu, tiga bulan setelahnya atau Februari 2022, harga beli sapi serupa dari Australia mengalami kenaikan 24,1% menjadi US$4,53 atau Rp70.413 per kilogram.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menyebut secara teknis Amerika Serikat dan Spanyol telah memenuhi syarat menjadi alternatif negara pemasok sapi bakalan bagi Indonesia. Ini karena keduanya terbebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK). (OL-14)

Baca Juga

Antara/Muhammad Adimaja

Sun Life Tawarkan Perlindungan dan Investasi Anti Resesi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 11:21 WIB
Produk unggulan terbaru Asuransi Sun USD Guaranteed memberikan kepastian imbal hasil mata uang USD sebesar 3,1% net per...
MR/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE

Minyak Nilam Aceh Produksi USK Kembali Diekspor ke Prancis

👤Amiruddin Abdullah R 🕔Selasa 06 Desember 2022, 11:05 WIB
KETUA Atsiri Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Atsiri Research Center (ARC) kembali mengekspor minyak nilam ke Prancis  dengan...
MI/Reza Sunarya

Gedung Pusat Manufaktur Indonesia Siap Dibangun di Purwakarta

👤Reza Sunarya 🕔Selasa 06 Desember 2022, 10:35 WIB
GEDUNG Utama Indonesia Manufacturing Centre (IMC) atau Gedung Pusat Manufaktur Indonesia berdiri diatas lahan total 11 sektar di kawasan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya