Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan, pemerintah masih terus menyisir data pengguna bahan bakar minyak (BBM) subsidi untuk mencegah kebocoran.
Pihaknya bekerja sama dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) untuk mengecek dan mencatat nomor polisi (nopol) kendaraan pembeli BBM subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
"Kita sedang matangkan aturan dan program digilitasi SPBU. Kita bekerja sama dengan Korlantas untuk bisa mendapatkan data kendaraan, biasanya dalam STNK ada cc-nya sekian," kata Arifin dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi VII, Rabu (24/8).
Ia membeberkan selama ini kerap ditemukan penyelewengan BBM subsidi, misalnya terhadap pembelian solar.
Baca juga: PMI Tolak Kenaikan Harga BBM Subsidi
Dalam Surat keputusan Kepala BPH Migas Indonesia dengan Nomor 04/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2020 mengenai pengendalian penyaluran jenis BBM tertentu, untuk endaraan pribadi (roda 4) maksimal 60 liter solar per hari. Lalu, angkutan umum orang/barang (roda 4) maksimal 80 liter per hari.
"Ini banyak yang dimodifikasi, yang tadinya cuma 60 liter dimodifikasi jadi 100 liter, lalu ada yang menjadi 400 liter. Jadi menyangkut BBM (subsidi) ini arahnya meleset," jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga menyisir data pengguna BBM subsidi dengan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), meski diakui Arifin harus diupdate lagi agar lebih valid.
Pasalnya, selama kondisi pandemi sejak dua tahun terakhir jumlah masyarakat yang jatuh miskin akan berbeda dari sebelum kondisi covid-19.
"Memang di saat covid-19 data (orang miskin) turun naik, perlu dimonitor. Kami mendukung program tepat sasaran yang sekarang kita gulirkan dengan data yang ada di DTKS," sebutnya. (A-2)
Pengurangan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dikhawatirkan berdampak pada sejumlah sektor.
Kementerian ESDM menargetkan uji coba program mandatori campuran bahan bakar nabati (BBN) biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 50% (B50) pada BBM jenis solar dapat terealisasi pada 2026.
Mendukung penanganan bencana pada masa tanggap darurat, BPH Migas memberikan keringanan pembelian solar dan pertalite di Aceh, dengan pembebasan barcode.
PEMERINTAH berencana untuk mengurangi ekspor minyak sawit mentah, atau Crude Palm Oil (CPO) sebesar 5,3 juta ton pada tahun depan untuk mandatori biodiesel B50 di 2026
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mematangkan penggunaan campuran biodiesel pada Bahan Bakar Minyak (BBM) solar sebesar 50% atau B50.
DISPARITAS harga antara minyak kelapa sawit dengan solar yang menjadi bahan baku biodiesel mendorong terjadinya kenaikan dana produksi BPDPKS harus mengubah alokasi dana pembiayaan
Langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mempercepat pengembangan industri baterai kendaraan listrik dinilai sebagai sinyal positif.
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) mengusulkan rencana penyesuaian wilayah pertambangan (WP) Tahun 2025.
Selain faktor hujan, lanjut Lana, gerakan tanah di Pasirlangu juga dipengaruhi kondisi geologi setempat yang didominasi batuan gunung api tua yang telah lapuk
Tumpukan atau stockpile batu bara tersebut ditemukan di enam titik lokasi yang berbeda.
Bahlil menyebut proyek kilang minyak terbesar di Indonesia itu sempat mengalami berbagai hambatan serius. Salah satunya insiden kebakaran yang membuat penyelesaiannya molor.
INSTITUTE for Essential Services Reform (IESR) menyoroti capaian rata-rata lifting minyak bumi (termasuk Natural Gas Liquid/NGL) pada 2025 sebesar 605,3 ribu barrel per hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved