Sabtu 12 Februari 2022, 00:01 WIB

Perluas Penempatan PMI, DPR Apresiasi BP2MI 

Cahya Mulyana | Ekonomi
Perluas Penempatan PMI, DPR Apresiasi BP2MI 

MI/M. Irfan
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo

 

INDONESIA resmi memulai program untuk mengirim Pekerja Migran Indonesia (PMI) profesi tenaga perawat ke Jerman dalam skema penempatan Government to Government (G to G) yang akan dimulai pada 2022. Langkah itu diapresiasi lantaran mampu memperluas lapangan kerja dan memperbanyak devisa. 

"Itu menjadi bagian dari tugas Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dalam memperbanyak kerja sama dengan konsep G to G atau lainnya. Namun kita dorong bahwa tugas BP2MI ini untuk memperluas kerja saudara kita yang punya keahlian supaya mendapatkan hormat, imbalan dan penempatan kerja yang laik," ujar Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo kepada Media Indonesia, Jumat (11/2). 

Menurut dia, perluasan kerja sama BP2MI dengan sejumlah negara maju untuk penempatan PMI sangat baik. Dengan langkah tersebut peluang masyarakat yang memiliki keahlian menjadi terbuka lebar. 

"Untuk apa tujuan negara maju supaya mereka nantinya pulang memiliki kesejahteraan dan kemandirian. Migran yang sudah mendapatkan gaji cukup maka nantinya akan membuka lapangan kerja di dalam negeri," katanya. 

Ia mengatakan, tugas kerja BP2MI sangat mulia karena mendorong peningkatan devisa. Selain itu lembaga tersebut juga membantu PMI memperoleh kesempatan kerja. 

"Itu yang perlu ditekankan. Kaitannya perluasan kerja sama dengan negara maju kita apresiasi sebab itu tugas BP2MI. Selain penempatan kerja dan juga memberikan perlindungan kepada semua PMI," terangnya. 

Menurut dia, DPR juga mendorong BP2MI memperbanyak kerja sama dengan negara lain. "Kita terus kasih semangat kepada BP2MI di tengah pandemi dan keterbatasan lapangan kerja di dalam negeri," tutupnya. 

Sebelumnya, Kepala BP2MI Benny Rhamdani, menyampaikan bahwa pihaknya telah resmi memulai program untuk mengirim PMI profesi tenaga perawat ke Jerman dalam skema penempatan G to G yang akan dimulai pada 2022. 

Baca juga : Didimax Buka Cabang Edukasi Trading Forex Gratis di Jakarta

"Indonesia akan menjadi negara pertama menempatkan pekerja migran ke Jerman dengan skema G to G," ujar Benny. 

Menurutnya, keberhasilan kerja sama itu merupakan wujud dari kolaborasi dan dukungan dari perwakilan Republik Indonesia di Jerman, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan. 

Benny memastikan bahwa Indonesia akan mengirimkan anak-anak bangsa yang memiliki kompetensi dan kualifikasi ke Jerman. 

Ia menegaskan, penempatan perawat dengan skema G to G ke Jerman akan dilakukan pada semester II tahun ini dengan jumlah perawat yang dikirim sebanyak 200 orang yang berasal dari 25 provinsi yang saat ini sedang menjalani pelatihan bahasa Jerman. 

"Hampir 13 tahun penantian panjang akhirnya program skema penempatan pemerintah atau G to G di Jerman akhirnya dapat terealisasikan, menyusul seniornya program G to G di Korea Selatan dan G to G di Jepang pada 2021," kata Benny. 

Dalam kesempatan itu, Benny juga menyampaikan bahwa pada 2022 akan menjadi tahun penempatan PMI, baik itu penempatan melalui skema G to G atau pun Government to Private atau penempatan pemerintah dengan swasta. 

"Dengan skema-skema tersebut diharapkan dapat memberikan garansi pengiriman PMI yang memiliki kualifikasi yang dibutuhkan negara-negara penempatan," pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

Antara

Tarif Baru Ojek Online Dinilai Dapat Mengerek Laju Inflasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 08:17 WIB
Selain akan mendorong inflasi, kenaikan tarif ojol juga akan mendorong masyarakat pengguna ojol pindah ke moda transportasi lain atau...
Dok. DPR RI

Ketua DPR Ingatkan Pemerintah Bersiap Hadapi Kelangkaan Pertalite

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 08:05 WIB
“DPR berharap pemerintah bergerak cepat menyiapkan contingency plan saat kuota pertalite benar-benar...
Antara

Sri Mulyani Minta Pertamina Kendalikan Konsumsi Pertalite

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 22:51 WIB
Hal itu penting untuk dilakukan agar beban subsidi dalam postur APBN tidak semakin membengkak. Diketahui, belanja untuk subsidi energi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya