Selasa 18 Januari 2022, 12:05 WIB

Reanda International Dapatkan Pengakuan sebagai Anggota Penuh Forum of Firms

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Reanda International Dapatkan Pengakuan sebagai Anggota Penuh Forum of Firms

reanda-netherlands.com
Ilustrasi

 

Reanda International (Reanda) telah dikukuhkan sebagai anggota penuh (full member) Forum of Firms sejak 1 Januari 2022. Dengan status barunya itu, Reanda resmi menjadi jaringan firma akuntansi global pertama asal Tiongkok yang mendapatkan pengakuan dunia internasional untuk kualitas audit yang tinggi. Di Indonesia, keberadaan Reanda diwakili oleh Reanda Bernardi.

Forum of Firms merupakan satu-satunya tolak ukur kualitas audit yang diakui dunia. Saat ini, Forum of Firms memiliki 32 anggota penuh, termasuk di dalamnya Big Four.

Sebelumnya, sejak 2019, Reanda berstatus sebagai afiliasi Forum of Firms. Status keanggotaan penuh tersebut berhasil didapatkan setelah melalui review selama tiga tahun secara ekstensif dan menyeluruh. Reanda pun dinilai telah berhasil mengimplementasikan program quality assurance review terhadap seluruh anggotanya yang tersebar di 50 negara/teritori dengan 150 kantor lebih, 250 partner lebih, dan 4.500 staf profesional.

Ketua Umum Reanda International, Huang Jinhui, bersama dengan Presiden Direktur Reanda International, Franklin Lau, berkeyakinan bahwa dengan menyandang status sebagai anggota penuh, pengguna jasa Reanda akan mendapatkan tingkat keyakinan yang sangat tinggi atas kualitas jasa Reanda. “Karena Forum of Firms merupakan satu-satunya tolak ukur kualitas audit yang diakui dunia,” kata Huang Jinhui.

Hal senada juga diungkapkan oleh Michelle Bernardi, Presiden Direktur Reanda Bernardi, perwakilan Reanda di Indonesia. Dengan pengakuan internasional tersebut, kata Michelle, Reanda menjadi mitra terbaik bagi perusahaan-perusahaan lokal dan multinasional dalam melakukan transnational audit maupun aksi korporasi, seperti fundraising, merger dan akuisisi, dan lainnya.

Menurut Michelle, perusahaan-perusahaan lokal banyak yang tertarik untuk ekspansi usaha ke Tiongkok (outbound investment). Seiring sejalan, perusahaan asal Tiongkok tertarik untuk masuk ke pasar Indonesia (inbound investment). “Dengan menjadi anggota tetap Forum of Firms, kualitas jasa kami telah mencerminkan standar kualitas global sehingga produk jasa kami pun dapat diandalkan oleh investor di seluruh dunia,” tutur Michelle.

Sebagai perwakilan di Indonesia, Reanda Bernardi menawarkan empat jenis layanan jasa dalam kategori jasa audit, perpajakan, merger dan akuisisi, serta konsultasi bisnis.

Lebih lanjut Michelle menjelaskan peran strategis Reanda dalam mengawal pembangunan Indonesia yang berkesinambungan. Dari sisi Pemerintah Indonesia, sejak tahun 2014, Presiden Joko Widodo merumuskan kebijakan Poros Maritim Dunia (Global Maritime Fulcrum) dengan visi menjadikan Indonesia sebagai negara middle power yang semakin kuat secara ekonomi, politik, dan pertahanan di wilayah Asia Pasifik melalui optimalisasi sektor maritim yang sangat potensial.

Sementara dari sisi Pemerintah Tiongkok, sejak tahun 2016, Presiden Xi Jinping menjalankan kebijakan Belt and Road Initiative (BRI) yang bertujuan mempromosikan infrastruktur dan pengembangan konektivitas Asia, Eropa, hingga Afrika. Kebijakan Tiongkok ini, kata Michelle, komplemen dengan kebijakan Poros Maritim Dunia, khususnya dalam mempromosikan konektivitas dalam negeri dan daerah.

Mega proyek infrastruktur
Michelle menyebutkan terdapat beberapa mega proyek infrastruktur di antaranya pembangunan tol laut, pembangunan jalur kereta api cepat Jakarta-Bandung, pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatra Utara dan Pelabuhan Bitung di Sulawesi Utara. “Bahkan, keuntungan bagi Indonesia tidak hanya di bidang infrastruktur, tetapi juga di bidang pengolahan sumber daya alam. Ke depannya, akan ada perjanjian pembangunan smelter nikel untuk diproduksi menjadi baterai di Indonesia,” ungkapnya.  

Michelle juga berharap dengan menjadi anggota tetap Forum of Firms, Reanda dapat turut berkontribusi terhadap penyusunan standar akuntansi dan auditing global serta peningkatan kualitas audit. Selain itu, mendukung program-program pemerintah dalam merespons isu-isu terkini di era new reality pascapandemi, digitalisasi, climate change, sustainability/ESG, dan topik-topik penting lainnya seiring dengan perkembangan dan perubahan yang terjadi di dunia. (OL-12)

Baca Juga

MI/Susanto

Kisah Perjuangan Para Juragan Jaman Now Mengembangkan Bisnis di Tengah Pandemi

👤Indriyani Astuti 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 22:45 WIB
Pasangan suami istri, Bunda Elis dan Babeh Roni pemilik camilan berbahan singkong bernama Yammy Babeh, selain menjalankan usaha juga...
Antara/Muhamamd Iqbal

Kendaraan Tanpa Awak bakal Jadi Transportasi Utama di IKN

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 21:30 WIB
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono menuturkan, kendaraan otonom (autonomous vehicle) itu akan menjadi bagian...
Antara/Syifa Yulinnas

Keran Ekspor CPO Dibuka, Petani Harapkan Harga TBS yang Pantas

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 20:45 WIB
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Manurung mengharapkan minggu depan ada kenaikan angka BTS di atas Rp1.000...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya