Kamis 14 Oktober 2021, 16:25 WIB

INDEF: Pemasaran Digital Satu Cara UMKM Bertahan di Masa Pandemi

Mediaindonesia.com | Ekonomi
INDEF: Pemasaran Digital Satu Cara UMKM Bertahan di Masa Pandemi

Ist
Banyak usaha dan bisnis serta (UMKM) mulai mencari strategi pemasaran digital yang mampu meningkatkan penjualan.

 

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menyebut proses pemasaran digital menjadi salah satu cara yang banyak dipilih pelaku UMKM untuk bisa bertahan di masa pandemi COVID-19.

Tauhid dalam diskusi daring "Kunci Sukses UMKM Menyambut Akhir Tahun Bersama Shopee 11.11" yang dipantau di Jakarta, Kamis, mengungkapkan sejumlah penyesuaian yang dilakukan UMKM untuk merespon COVID-19 diantaranya digitalisasi, menggelontorkan tambahan modal, serta mengeluarkan produk baru.

"Menurut survei Bank Dunia, banyak pelaku UMKM yang akhirnya melakukan penyesuaian atau adjustment dalam rangka merespon COVID-19. Di antara tiga penyesuaian ini, melakukan proses pemasaran digital itu jadi salah satu cara mereka survive (bertahan)," jelasnya.

Tauhid menuturkan, langkah penyesuaian yang dilakukan UMKM itu juga tercermin dari capaian UMKM Go Digital yang ternyata melebihi target yang disasar pemerintah.

"Dari target 13 juta UMKM, sampai kemarin, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlahnya sudah mencapai sekitar 15,3 juta UMKM yang go digital," katanya.

Pemerintah sendiri menargetkan ada sekitar 30 juta UMKM yang bisa go digital dan masuk ekosistem digital pada 2024 mendatang.

"Saya kira ini jawaban mengapa di tahun 2021 ini banyak UMKM yang cepat pulih, bahkan muncul usaha-usaha baru di tengah situasi pandemi," tuturnya.

Tauhid mengatakan seiring dengan pemulihan ekonomi yang terjadi di tahun kedua pandemi, sektor UMKM juga mengalami pemulihan yang signifikan. Jika pada 2020 lalu sekitar 48 persen UMKM terpaksa harus tutup karena terdampak COVID-19, namun di 2021 ini, jumlah UMKM yang tutup berkurang jadi tinggal 5 persen saja untuk kelompok usaha mikro dan kecil.

Tidak hanya itu, ia juga mencatat kondisi keuangan UMKM yang pada 2020 sangat buruk karena tak memiliki dana cadangan, pada tahun 2021 kondisinya membaik. "Terjadi perbaikan dari kondisi UMKM yang semula tak punya cash itu sekitar 55,8 persen, sekarang membaik jadi hanya 28 persen. Jadi yang tadinya tidak ada uang untuk kelanjutan usaha dan sehari-hari, sekarang (jumlahnya) semakin sedikit. Artinya terjadi perbaikan," katanya.

Tauhid menambahkan, perbaikan-perbaikan tersebut juga terjadi seiring dengan perkembangan transaksi di e-commerce. Ia menduga, hal ini pulalah yang jadi pendorong menurunnya UMKM yang tutup serta bertambahnya usaha-usaha baru.

"BI (Bank Indonesia) juga memperkirakan terjadi kenaikan transaksi e-commerce pada 2021 hingga sekitar Rp395 triliun," ujar Tauhid. (Ant/OL-12)

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

PLN :112 Ribu Pelanggan Nikmati Promo Tambah Daya Rp202 Ribu

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 18:30 WIB
Hingga 21 Oktober 2021, hampir 112 ribu pelanggan telah mengikuti program diskon tambah daya listrik dengan harga spesial...
ANTARA

Pemerintah Perlu Perkuat Perlindungan Nasabah Fintech

👤Fetry Wuryasti 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 17:30 WIB
pemerintah perlu memastikan perlindungan yang memadai bagi nasabah layanan financial technology (fintech)...
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Erick Apresiasi Langkah BRI Dampingi UMKM Jalani Transformasi Digital

👤Fetry Wuryasti 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 17:07 WIB
Efisiensi digitalisasi business process yang dilakukan Mantri BRI yang berperan sebagai tenaga pemasar sekaligus penasehat keuangan untuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya