Minggu 19 September 2021, 11:57 WIB

Tingkatkan Nilai Tambah Olahan Cabai dengan Metode Pengeringan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Tingkatkan Nilai Tambah Olahan Cabai dengan Metode Pengeringan

DOK KEMENTAN
Solar Dryer Dome.

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) mendukung penuh upaya peningkatan nilai tambah produk hortikultura melalui penggunaan teknologi peningkatan mutu, product development dan pemanfatan teknologi. Naiknya nilai tambah produk hortikultura diyakini mampu menyokong perekonomian nasional salah satunya dengan menumbuhkan UMKM yang diharapkan mampu menaikkan posisi petani dan pelaku usaha hortikultura.

Mendukung hal tersebut, Direktur Jenderal Hortikultura dalam berbagai kesempatan menyampaikan jajarannya fokus terhadap peningkatan produksi, produktivitas, akses pasar dan logistik. Di sisi on farm, dukungan budidaya dilakukan dengan sistem pertanian modern ramah lingkungan berorientasi kesejahteraan petani.

“Kita ketahui bahwa arah kebijakan pembangunan adalah meningkatkan daya saing produk hortikultura melalui peningkatan produksi dan produktivitas. Untuk produktivitas, kita menggunakan benih unggul dan kita mengoptimalkan sarana-sarana produksi yang organik guna meningkatkan nilai tambah untuk keamananan pangan,” ujar Sekretaris Ditjen Hortikultura, Retno Sri Hartati Mulyandari. 

Dari sisi penggunaan pupuk, tambah Retno, disarankan menggunakan biopestisida sebagai pupuk organik. Petani diharapkan mampu mengurangi pupuk kimia. Pengurangan pupuk kimia menjadi salah satu poin peningkatan daya saing yang dapat disejajarkan dengan produk impor. Keamanan pangan pun meningkat dan menambah kemitraan petani.

“Kita gandeng lembaga riset yang memang memiliki teknologi andalan untuk diterapkan dalam proses pengolahan produk hortikultura. Selanjutnya, kita juga bisa gandeng mitra industri sebagai offtaker sehingga menjadi skala lebih besar. Dengan demikian petani atau UMKM yang melakukan pengolahan produk hortikultura juga merasa nyaman karena tahu sudah ada pasarnya dengan jaminan harga yang menguntungkan,” terang Retno.

Solar Dryer Dome merupakan salah satu teknologi untuk menurunkan kadar air (moisture content) komoditas pertanian dengan memanfaatkan udara yang dipanaskan sinar matahari. Selanjutnya menghisap uap air yang dihasilkan bahan yang dikeringkan. 

“Bentuk solar dryer dome ini menyerupai kubah. Teknologi ini tidak menggunakan energi listrik maupun gas, melainkan tenaga matahari,” tambah Retno.

Salah satu penyedia Solar Dryer Dome menjelaskan bahwa bahan utamanya menggunakan polikarbonat khusus pengeringan. Polikarbonat ini diproduksi dengan formula anti sinar UV 98%  dan optical khusus supaya panas dapat terserap dan tersebar merata ke dalam kubah. Beberapa daerah yang sudah menggunakan Solar Dryer Dome ini antara lain Garut, Cirebon, Trenggalek, dan  Lampung.

“Dengan metode demikian, maka pengeringan menggunakan Solar Dryer Dome warnanya tidak akan terganggu,” ujar perwakilan PT Alderon Pratama Indonesia, Lisda. 

Pengeringan cabai menggunakan Tunnel Dehidrator
Peneliti Teknologi Proses Hortikultura PKHT IPB, Hisworo Ramdani, STP mengungkapkan Riset yang dilakukan oleh PKHT IPB untuk proses pengeringan cabai ini sendiri meliputi pengembangan teknologi proses pengeringan, pengujian mesin peralatan dengan Tunnel Dehidrator. 

“Selain itu kami melakukan penelitian terhadap pengaruh blansir pada kualitas parameter warna dan vitamin C yang dihasilkan, pendugaan umur simpan cabai kering dan teknologi dehidrasi cabai kering untuk konsumsi langsung,” kata Hisworo.  

Pengeringan model tunnel dehidrator ini sudah banyak digunakan, terangnya. Model pengeringan ini menggunakan gas. Pengeringan ini menjadi alternatif selain penggunaan solar dryer dome. 

“Proses pengeringan dapat dilakukan dengan perbaikan perlakuan proses dan penggunaan alat/mesin dengan metode konvensional yang sesuai. Pengeringan terdiri dari dua metode yaitu pengeringan buatan dan pengeringan alami yakni dengan cahaya matahari. Keduanya memiliki kelebihan dan kelemahan yang dapat disesuaikan pemanfaatannya oleh petani. Meskipun demikian pemilihan proses dan mesin peralatan pengeringan menjadi kunci dalam keberhasilan pengeringan cabai sesuai SNI yang ditetapkan,” pungkasnya. (RO/OL-10)

Baca Juga

Antara

Erick Thohir Nilai Santri Bisa Gerakkan Ekonomi Syariah

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 17:00 WIB
Menurut Erick, sejarah mencatat banyak santri yang sukses menjadi profesional maupun pejabat di pemerintahan. Santri menjadi salah satu...
Antara/ Aloysius Jarot Nugroho.

Fintech Restock.id Tawarkan Pembiayaan Terjangkau untuk UKM Ritel

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 16:19 WIB
Selain itu, fintech tersebut fokus kepada usaha-usaha ritel secara umum di dalam ekonomi digital demi mencegah peningkatan penularan...
Antara/Adwit B Pramono.

Menkominfo: TKDN Perangkat 4G dan 5G Naik Jadi 35%

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 15:54 WIB
Permenkominfo yang terbit pada 12 Oktober 2021 itu juga mengatur standar teknologi Internasional Mobile Telecommunication...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sukses PON Papua 2021 Pemerataan Pembinaan di Seluruh Pelosok Negeri

Sukses prestasi ditandai dengan tercipta banyak rekor meski penyelenggaraan multiajang olahraga terakbar Tanah Air itu digelar di masa pandemi covid-19.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya